Breaking News:

Berita Tanjung Selor Terkini

Satgas Covid-19 Terbitkan Aturan Baru, Dishub dan Polda Kaltara Lakukan Penyekatan Arus Mudik

Satgas Covid-19 Nasional telah menerbitkan addendum mengenai peniadaan arus mudik Lebaran 2021 pada Rabu lalu.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Pos Pengecekan Kesehatan di Perbatasan Kaltim-Kaltara, Jl Poros Bulungan Berau Km 57 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR -Satgas Covid-19 Nasional telah menerbitkan addendum mengenai peniadaan arus mudik Lebaran 2021 pada Rabu lalu.

Di mana salah satu aturannya ialah pengetatan aturan perjalanan sebelum masa mudik, atau dari tanggal 22 April hingga 5 Mei 2021.

Menanggapi aturan tersebut, Kepala Bidang Perhubungan Darat, Dishub Kaltara, Aswandi mengatakan perjalanan darat masih dimungkinkan, sebelum larangan mudik 6-17 Mei nanti berlaku.

Baca juga: Tahun ini SD Ujian Sekolah Online Berbasis Komputer, Soal Ujian Dibuat Sekolah Masing-Masing

"Untuk tanggal 22 April - 5 Mei itu hanya pengetatan sebelum mudik, itu masih dibolehkan untuk perjalanan, tapi kalau 6-17 Mei itu pelarangan," ujar Kabid Perhubungan Darat, Dishub Kaltara, Aswandi, Minggu (25/4/2021).

Dirinya mengaku, hingga saat ini masih berkoordinasi dengan pihak Polda Kaltara untuk menentukan titik-titik penyekatan arus mudik.

"Ini kita masih koordinasikan dengan Polda, dan untuk menempatkan titik-titik, hari Selasa mendatang kami akan rapatkan lagi," tambahnya.

Menurutnya, para pelaku perjalan darat yang akan melakukan perjalanan pada masa sebelum pelarangan mudik yakni 6-17 Mei, maka tetap harus mengikuti protokol kesehatan.

Salah satunya ialah menunjukan surat hasil rapid test antigen/ test PCR dengan hasil negatif Covid-19.

Baca juga: Besok Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Malinau, Wempi dan Jakaria Doa serta Ibadah Bersama

"Untuk prokes tetap seperti sebelumnya, untuk yang dari luar masuk ke Kaltara nanti juga akan dicek suratnya itu di Pos Perbatasan itu," katanya.

Ditanyakan mengenai posko kelancaran arus barang, Aswandi mengatakan, pihaknya masih melakukan pemetaan daerah rawan kecelakaan atau DRK.

Nantinya di posko tersebut, akan ditempatkan beberapa alat berat seperti ekskavator, untuk mengantisipasi adanya gangguan seperti jalan longsor di jalur darat.

Baca juga: Belum Ada Arahan dari Pusat Soal THR, Pemkab Nunukan Tetap Sediakan Anggaran, Raden: Satu Bulan Gaji

"Kalau alat berat itu untuk melakukan DRK, itu masih kita petakan daerah-daerah mana saja, nanti kita koordinasikan dengan PU," katanya.

"Karena lebaran itu yang lewat tidak hanya kendaraan orang saja, arus barang dan logistik kan juga lewat, kami ingin arus barang ini lancar," ujar Aswandi.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved