Breaking News:

Ramadan

Hubungan Suami Istri usai Sahur Boleh Tidak Langsung Mandi, Inilah Hukum Mandi Wajib setelah Imsak

Habis hubungan suami istri (hubungan badan) usai sahur boleh tidak langsung mandi. Berikut ini hukum mandi wajib setelah imsak di bulan puasa.

Editor: Sumarsono
Freepik
Ilustrasi mandi atau keramas. 

TRIBUNKALTARA.COM – Habis hubungan suami istri (hubungan badan) boleh tidak langsung mandi. Berikut ini hukum mandi wajib setelah imsak di bulan puasa.

Menurut Wahid Ahmadi, dai yang juga Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah menjelaskan terkait hukum orang yang habis melakukan hubungan suami istri, tapi tidak langsung mandi. Atau mandi junub dilakukan setelah imsak.

Dikemukakan, umat Islam diperbolehkan berpuasa, meski dalam keadaan junub atau kotor setelah keluar mani atau bersetubuh.

Baca juga: Selain Hubungan Suami Istri, Apa Saja yang Menyebabkan Kita Wajib Mandi Besar? Ini Tata Caranya

Baca juga: Usai Melakukan Hubungan Suami Istri, Apakah Boleh Berpuasa, padahal Belum Mandi Junub saat Imsak

"Enggak apa-apa. Jadi puasa dalam keadaan dia junub itu enggak ada masalah, boleh-boleh saja," ujarnya, dikutip dari YouTube Tribunnews.com.

Menurutnya, orang yang akan berpuasa, diperbolehkan mandi junub setelah waktu Subuh.

Sehingga, puasa orang yang baru mandi junub setelah waktu Subuh itu tetap sah.

"Jangankan setelah imsak, setelah Subuh (karena ketiduran, red) saja tidak ada masalah," ungkapnya.

Baca juga: Batalkan Puasa jika Menggosok Gigi di Siang Hari? Begini Hukum dan Penjelasannya

Wahid Ahmadi menambahkan, orang yang sudah sahur lalu melakukan hubungan badan atau jimak, dia diperbolehkan mandi junub setelah imsak, sebelum Subuh.

Setelah itu, baru dia bisa menjalankan salat Subuh dan meneruskan berpuasa Ramadan.

"Misalnya, seseorang setelah sahur dia jimak, kemudian tertidur sampai kebablasan Subuh-nya jam 5 misalnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved