Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Sertifikat Digital Belum Diterapkan di Bulungan, BPN: Secara Bertahap

Kepala Badan Pertanahan Nasional atau BPN Bulungan, Wahyu Setyoko mengatakan, sertifikat tanah digital belum diterapkan.

TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Kepala Kantor Tanah BPN Bulungan, Wahyu Setyoko ditemui di Kantor BPN Bulungan 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Kepala Badan Pertanahan Nasional atau BPN Bulungan, Wahyu Setyoko mengatakan, sertifikat tanah digital belum diterapkan.

Menurutnya proses penerbitan sertifikat tanah digital memerlukan waktu, khususnya dalam validasi basis data pertanahan.

Hal tersebut ia ungkapkan saat ditemui di Kantor BPN Bulungan, Tanjung Selor, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Larangan Mudik, Kepala Pelni Nunukan Sebut Malam ini Terakhir Angkut Penumpang, 18 Mei Berlayar Lagi

"Untuk kesana masih perlu waktu, kalau semua data yang ada sudah tervalidasi, dan proses validasi butuh waktu," ujar Kepala BPN Bulungan, Wahyu Setyoko.

Menurut Wahyu, pelaksanaan sertifikat digital oleh Kementerian ATR/BPN juga tidak dilaksanakan secara serentak.

Melainkan melihat kesiapan dari Kantor BPN masing-masing, adapun sertifikat digital nantinya tidak diterbitkan untuk seluruh warga, melainkan untuk aset negara terlebih dahulu.

Baca juga: Pemkab Targetkan Tahun Ini 80 Aset Tersertifikasi, BPN Bulungan: 24 Aset Masih Dalam Pengukuran

"Dari Kementerian, pelaksanaannya juga bertahap, mungkin kabupaten yang sudah siap dulu, dan tidak semua sertifikat langsung digital harus bertahap, mungkin aset pemerintah dulu, bertahap ya," terangnya.

Meskipun belum berlaku di Bulungan, pihaknya meyakinkan bila nanti sertifikat digital telah berlaku, maka sertifikat dengan format yang lama yakni analog tetap akan berlaku.

Pihaknya mengatakan, digitalisasi sertifikat guna memudahkan masyarakat, apabila terjadi sertifikat yang hilang atau rusak.

Baca juga: Sembilan Pejabat Pemkab Tana Tidung Dikukuhkan, Bupati Ibrahim Ali: Mampu Mengatasi Masalah yang Ada

"Bila memang nanti ada sertifikat digital, yang analog ini juga masih berlaku, jadi tidak ditarik," ujar Wahyu.

"Sertifikat digital itu solusi untuk sertifikat yang hilang atau yang rusak, sehingga hal-hal tersebut bisa diantisipasi, sehingga ini nantinya bisa mempermudah pelayanan," tuturnya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
Editor: Junisah
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved