Breaking News:

Berita Tanjung Selor Terkini

Jembatan Jelarai Dibuka, Dirlantas Polda Kaltara Ingatkan Pengemudi Tidak Lewati Jalur Alternatif 

Setelah tiga bulan ditutup, kini Jembatan Jelarai kembali dibuka untuk semua kendaraan, Sabtu (1/5/2021).

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Kendaran kembali melewati Jembatan Jelerai setelah pengerjaan perbaikan oprit selesai dilakukan selama tiga bulan 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Setelah tiga bulan ditutup, kini Jembatan Jelarai dibuka  kembali untuk semua kendaraan, Sabtu (1/5/2021).

Terpantau ratusan kendaraan roda dua dan roda empat, melewati jembatan yang menjadi akses utama warga Tanjung Selor, menuju Kabupaten Berau atau Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Malinau.

Pihak Ditlantas Polda Kaltara menjelaskan, bila pembukaan Jembatan Jelarai tidak akan dibatasi pada kendaraan tertentu.

Baca juga: Motoris dan Kru Speedboat di Pelabuhan Tengkayu Tarakan Lakukan Swab Test Antigen

“Untuk peraturan lalu lintas, kita buka untuk roda dua, dan roda empat, untuk pembatasan kendaraan tidak ada, tapi kendaraan yang bisa melewati ini sesuai dengan kelas jalannya,” ujar Dirlantas Polda Kaltara, Kombes Pol Romdhon Natakusuma.

Meskipun tidak dibatasi pada jenis kendaraan tertentu, Kombes Pol Romdhon mengingatkan akan pentingnya keberadaan jembatan timbang.

Sehingga pihaknya dapat melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang melebih kapasitas normal, agar jembatan maupun jalan yang telah dibangun oleh pemerintah tidak mengalami kerusakan lantaran dilalui oleh kendaraan yang melebihi kapasitas.

“Karena Pemprov belum memiliki alat timbang, jadi kami belum bisa ukur, kami harap sudah ada timbangan, karena kita ingin tidak ada jalan rusak yang dibangun oleh pemerintah,” terangnya.

Kendati Jembatan Jelarai telah bisa dilalui oleh semua kendaraan, pihaknya tidak akan menutup jalan alternatif Meranti Bulu Perindu.

Baca juga: Produk Beras Bermerek Dapat Dikemas Ulang, Asalkan Memenuhi Persyaratan 

Mulai hari ini, pihaknya berharap agar masyarakat tidak lagi melewati jalur alternatif, karena rawan kecelakaan akibat kondisi jalan agregat dan minim penerangan jalan.

“Meranti akan tetap digunakan, kabarnya aka nada perbaikan dari pemerintah, kita tunggu saja,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved