Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Permenaker: THR Wajib Diberikan Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran, Tidak Bayar Dikenakan Denda

Wali Kota Tarakan dr. Khairul menerbitkan Surat Edaran Nomor 560/374/DPTK terkait pelaksanaan pemberian THR keagamaan tahun 2021

TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Budiono, Kepala Disnakertrans Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Wali Kota Tarakan dr. Khairul menerbitkan Surat Edaran Nomor 560/374/DPTK terkait pelaksanaan pemberian THR keagamaan tahun 2021 bagi pekerja dan buruh di perusahaan. SE tersebut sudah diterbitkan per 29 April 2021 lalu.

Itu mengacu kepada SE Menaker RI Nomor 6 Tahun 2021 yang dirilis per tanggal 12 April lalu tentan pemberian THR keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan.

Baca juga: Ketahuan Nyalakan Petasan, Kapolres Tarakan Bakal Tindak Tegas Pelaku 

Dikatakan Budiono, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tarakan, SE tersebut sudah disampaikan kepada seluruh perusahaan di Kota Tarakan untuk kemudian ditindaklanjuti pihak perusahaan.

Dilanjutkan Budiono, THR keagamaan harus diberikan kepada pekerja atau buruh yang memiliki masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih.

Kemudian itu juga berlaku bagi pekerja atau buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian waktu tertentu.

Lebih lanjut Budiono menerangkan, besaran THR keagamaan diberikan dengan ketentuan bagi pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar satu bulan upah.

"Bagi pekerja atau buruh yang memiliki masa kerja satu bulan secara terus menerus, kurang dari 12 bulan, diberikan proporsional sesuai perhitungan masa kerja dikali satu bulan upah dibagi 12 bulan," sebut Budiono kepada TribunKaltara.com

Baca juga: Sule Ungkap Penyesalan di Hadapan Armand Maulana, Suami Nathalie Holscher Singgung Karma, Ada Apa?

Kemudian lanjutnya, bagi pekerja hang bekerja berdasaekan perjanjian kerja harian, upah satu bulan dihitung melihat masa kerja pekerja. Untuk masa kerja satu bulan, dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam dua belas bulan terakhir sebelum Idulfitri.

Untuk pekerja yang memiliki masa kerja kurang dari 12 bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

Baca juga: Pencarian Warga Hilang Kontak Memasuki Hari  Kedua, Tim SAR Tarakan Siapkan Peralatan Medis 

"Yang paling penting poin ini. THR keagamaan wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri," tegas Budiono.

Adapun pengusaha yang terlambat membayarkan atau tidak membayarkan THR kepada pekerjanya.

"Dikenakan denda dan sanksi administrasi sesuai Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja atau Buruh Perusahaan," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Penulis: Andi Pausiah
Editor: Junisah
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved