Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Dialog Bersama Disperindagkop Malinau, Pedagang Minta Kejelasan Penjualan Gula Pasir Buatan Malaysia

Dialog bersama Disperindagkop Malinau, pedagang minta kejelasan penjualan gula pasir buatan Malaysia.

TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Perwakilan pedagang bahan pokok di Kabupaten Malinau mengikuti dialog bersama Disperindagkop di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (4/5/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Dialog bersama Disperindagkop Malinau, pedagang minta kejelasan penjualan gula pasir buatan Malaysia.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Malinau (Disperindagkop) menggelar rapat koordinasi bersama pedagang bahan pokok di Kabupaten Malinau.

Dalam sesi dialog, perwakilan pedagang menyampaikan keluhannya tentang boleh tidaknya menjual barang dan bahan pokok asal negara tetangga, Malaysia.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa dan Azan Maghrib Malinau 22 Ramadan 1442 H atau Selasa 4 Mei 2021

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Malinau Turun Rp 100 Ribu Perkilo, Berikut Rincian Harga 8 Bahan Pokok

Baca juga: Wakil Gubernur Kaltara Yansen Yakin, Wempi Jadikan Malinau Role Model Pemerintahan Desa Mandiri

Seorang pedagang eceran, Soni menjelaskan ada produk merek Malaysia yang kerap digunakan masyarakat di Malinau antaranya gula pasir.

"Dari dulu sampai sekarang, karena Malinau berbatasan dengan Malaysia, barang yang beredar di pasaran antaranya gula pasir Malaysia," ujarnya, Selasa (4/5/2021).

Menurutnya, kendala yang dihadapi pedagang adalah terkait penjualan barang tersebut. Apakah pedagang di Malinau dibenarkan untuk menjajakan bahan pokok buatan Malaysia?

Hal tersebut menurutnya menimbulkan dilema bagi pedagang. Karena sebelumnya dia mengakui pihaknya pernah dilarang menjajakan bahan pokok dari negara luar.

"Kami minta penjelasannya soal boleh atau tidak jual gula pasir asal Malaysia. Karena dulu pernah ada Sidak dari Dinas Provinsi (Kaltara) melarang kita menjual gula Malaysia," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disperindagkop Malinau, Tirusel STP mengakui dua produk buatan Malaysia, gula pasir dan tabung gas 12 kg juga beredar di pasaran.

Bahkan produk berlabel "Made in Malaysia" tersebut telah lama beredar di Malinau, termasuk jenis makanan ringan dan minuman cepat saji.

Halaman
12
Penulis: Mohamad Supri
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved