Idul Fitri 2021

Hari Kedua Lebaran Penjual Mainan Bermunculan, Pusat Perbelanjaan di Kabupaten Nunukan Masih Tutup

Lalu lintas Idul Fitri 1442 Hijriah ke-2 di Alun-alun Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) terpantau sepi.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Kabag OPS Polres Nunukan AKP Andre Bachtiar monitor pos pelayanan terpadu di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, belum lama ini. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Lalu lintas Idul Fitri 1442 Hijriah ke-2 di Alun-alun Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) terpantau sepi.

Jika dibanding pada hari biasa dan Idul Fitri sebelum pandemi Covid-19, lalu lintas di Alun-alun terbilang ramai dilalui warga.

Dengan kata lain, Alun-alun menjadi pusat keramaian warga selain di Jalan Lingkar Nunukan.

Selain itu, hingga saat ini pusat perbelanjaan dan toko-toko di pinggir jalan masih ditutup.

Baca juga: Warga Tideng Pale Sebut Hari Kedua Idul Fitri 1442 Hijriah Tana Tidung Sepi

Meski begitu, pedagang aneka mainan anak-anak mulai bermunculan di sepanjang trotoar Alun-alun.

Kabag OPS Polres Nunukan AKP Andre Bachtiar, mengatakan kegiatan pihaknya pada hari Idul Fitri pertama dan kedua, utamanya pos pengamanan masih seputar pantauan arus lalu lintas dan lokasi wisata.

"Pos pengamanan masih siaga 1×24 jam dengan dibagi beberapa shift. Tugasnya memantau kelancaran arus lalu lintas. Selain itu patroli juga tetap ditingkatkan, utamanya tempat-tempat wisata. Karena sudah menjadi budaya masyarakat untuk berkunjung ke tempat wisata pada Idul Fitri kedua ataupun ketiga," kata Andre Bachtiar kepada TribunKaltara.com, Jumat (14/05/2021), pukul 11.00 Wita.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Nunukan Jumat 14 Mei 2021, BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Lumbis

Menurutnya, tempat wisata yang ramai dikunjungi warga Nunukan saat weekend dan momen hari raya seperti Pantai Ecing, Marina Beach di Sebatik Timur, dan Hutan Mangrove.

"Apalagi mudik dilarang, otomatis tempat wisata menjadi target warga. Kalau wisata Air Terjun Binusan belum ada informasi dibuka atau tidak. Tapi kami tetap lakukan patroli. Antisipasi kami hanya soal kerumunan. Jadi kalau ada kerumunan kami lakukan pendekatan humanis," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Andre itu, mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan Lakalantas.

"Semoga sampai akhir operasi Ketupat Kayan pada 17 Mei nanti, Lakalantas tidak terjadi. Mungkin salah satu faktornya karena lalu lintas sepi," ujarnya.

Baca juga: 6.000 Suporter Diizinkan Nonton Langsung, Venue Final Liga Champions Digeser ke Porto, Ini Alasannya

Dia berharap kepada masyarakat Kabupaten Nunukan, agar selalu menjaga situasi kamtibmas di lingkungan sekitar rumah selama perayaan Idul Fitri.

Selain itu, dia imbau agar warga memanfaatkan layanan panggilan respon cepat ke 110, bilamana ada peristiwa kriminalitas yang terjadi.

"Layanan panggilan 110 itu gratis, jadi kami harap masyarakat mau memanfaatkan itu. Kami minta masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjalankan Prokes. Karena percuma diimbau kalau kesadaran belum terbentuk. Jatuhnya nanti takutnya sama petugas bukan sama virus Covid-19," ungkapnya.

(*)

Penulis: Febrianus felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved