Berita Kaltara Terkini
Sungai Kayan Naik, Ruas Jalan di Tanjung Selor Tergenang, Bulu Perindu Banjir
Akibat naiknya air di Sungai Kayan, beberapa wilayah di Tanjung Selor mulai tergenang, Jumat (21/5/2021).
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Akibat naiknya air di Sungai Kayan, beberapa wilayah di Tanjung Selor mulai tergenang, Jumat (21/5/2021).
Naiknya ketinggian air Sungai Kayan turut menyebabkan beberapa drainase di jalan-jalan di dalam Kota Tanjung Selor, meluap.
Seperti di Jalan Imam Bonjol, Jalan Semangka, Jalan Langsat, dan Jalan Rambutan.
Adapun di wilayah Bulu Perindu terpantau terendam banjir sejak pagi hari tadi.
Baca juga: Dibantu Calo Pulang Lewat Jalur Tikus, Ratusan PMI Non Prosedural Jalani Karantina di Nunukan
Menurut Lurah Tanjung Selor Hulu Yudi Rachmana, kondisi banjir di Bulu Perindu adalah hal yang kerap terjadi apabila air Sungai Kayan naik.
Hingga saat ini, Yudi menjelaskan, belum ada penduduk yang mengungsi imbas banjirnya wilayah Bulu Perindu.
"Kalau di Bulu Perindu itu sudah biasa, karena ini air naik turun, jadi sudah biasa," ujar Lurah Tanjung Selor Hulu Yudi Rachmana.
"Belum ada yang ngungsi, karena memang sudah biasa, kan tidak seperti 2015 lalu yang airnya naik terus, kalau sekarang airnya naik tapi nanti turun lagi," ujarnya.
Baca juga: Kepala Dinas Pendidikan Tana Tidung Dukung Wajib Belajar 16 Tahun: Biar Tidak Kaget saat Masuk SD
Sementara itu, ketinggian air di wilayah hulu Sungai Kayan, yang terpantau di Desa Long Bia Kecamatan Peso mulai berangsur surut.
Menurut Petugas Tagana di wilayah Kecamatan Peso, Sarullah ketinggian air terpantau telah menyentuh angka 7,4 Meter.
Surut dari sebelumnya pada Kamis malam lalu sempat mencapai 8 hingga 8,2 Meter.
"Saat ini sudah turun sudah mulai turun," ujar Petugas Tagana di wilayah Kecamatan Peso, Sarullah.
"Sekarang sudah sekitar 7,4 Meter lah sudah mulai turun, kalau tadi malam sempat 8 Meter sempat juga 8,2 Meter," terangnya.
Baca juga: Bupati Kabupaten Tana Tidung Ibrahim Ali Beri Peringatan Tegas ke ASN yang Malas Kerja, Potong Gaji
Sarullah menjelaskan beberapa penduduk di RT 1 dan RT 2 Desa Long Bia mengungsi ke rumah kerabat yang lebih tinggi lokasinya.
Adapun beberapa fasilitas umum seperti SMA 1, dan halaman Gereja sempat terendam banjir hingga setinggi 1 Meter.
"Ada yang mengungsi yang RT 1, terus RT 2 ke tempat yang tinggi, kalau sekolah SMA kemarin banjir 1 Meter," ujarnya.
Dirinya berharap, air dari wilayah hulu seperti Pujungan dan Bahau kembali surut sehingga tidak menyebabkan banjir di wilayah Peso.
"Ya semoga surut dari sananya, biar warga juga tidak susah juga di sini," tuturnya.
(*)
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/luap.jpg)