Selasa, 14 April 2026

Berita Daerah Terkini

PDIP Cabut Dukungan Buntut Bupati Alor Marah dan Memaki Mensos Risma, Ini Reaksi Amon Djobo

Buntut Bupati Alor marah dan memaki Mensos Tri Rismaharini hingga viral, PDIP resmi mencabut dukungan, Amon Djobo langsung bereaksi minta maaf.

TRIBUNKALTARA.COM - Buntut Bupati Alor marah dan memaki Mensos Tri Rismaharini hingga viral, PDIP resmi mencabut dukungan, Amon Djobo langsung bereaksi minta maaf.

Video viral Bupati Alor, Amon Djobo marah dan memaki Menteri Sosial Tri Rismaharini ( Risma) berbuntut panjang.

Terbaru, PDIP yang menjadi partai pengusung Bupati Alor itu , resmi menarik dukungan terhadap Amon Djobo.

Kepala daerah di Nusa Tenggara Timur ( NTT) itu dianggap memiliki etika dan sopan santun yang tak layak sebagai pemimpin.

Terlebih Amon Djobo sempat memaki Mensos Risma dengan kata-kata kasar, meski amarahnya diluapkan kepada 2 staf Kemensos.

DPP PDI Perjuangan mencabut rekomendasi dan dukungan pada Amon Djobo sebagai Bupati Alor, Rabu (2/6/2021). 

Pencabutan ini dilakukan melalui Surat DPP No 2922  /IN/DPP/VI/2021 ditanda tangani oleh Ketua DPP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

Surat Pencabutan dukungan dilakukan karena DPP PDIP pada November 2017 mengeluarkan Rekomendasi dukungan kepada Amon Djobo untuk berkontestasi pada Pilkada Alor 2018.

Melalui Surat Pencabutan Dukungan ini, DPP juga menginstruksikan kepada DPC PDI Perjuangan Alor untuk berkoordinasi dengan seluruh jajaran Fraksi PDI Perjuangan di DPRD untuk mengambil sikap terhadap bupati dalam proses penyelenggaraan pemerintah di kab Alor.

Baca juga: Risma Tak Tinggal Diam, Jelaskan Duduk Perkara Imbas Viral Bupati Alor Amon Djobo Marah dan Memaki

Anggota DPR RI Dapil NTT 1, Andreas Hugo Pareira mengatakan, perilaku Bupati Alor yang mencaci maki Risma dan ketua DPRD Alor dianggap sangat tidak pantas dilakukan.

Apalagi dengan kata-kata kasar disertai ancaman merupakan bentuk kekerasan verbal yang tidak pantas dilakukan apalagi oleh seorang pejabat setingkat Bupati. 

"Dan nampaknya pola perilaku tidak pantas seperti ini merupakan kejadian berulang karena perilaku seperti ini juga pernah dilakukan terhadap seorang perwira menengah Kodam Udayana berpangkat kolonel," ucapnya kepada wartawan, Rabu (2/6/2021).

Selain itu, Andreas menilai perilaku Amon Djobo yang seharusnya menjadi panutan masyarakat mempertontonkan kebrutalan temperamen dan emosi yang tidak terkendali ini perlu menjadi perhatian semua pihak.

Baca juga: Bupati Alor Amon Djobo Marah ke Staf Mensos Risma Pakai Kata-kata Kasar, Tiba-tiba Singgung Khofifah

"Agar sang bupati pengumbar caci maki brutal ini memperoleh  sanksi hukum maupun politik agar tidak mengulangi perilaku brutalnya," ujarnya.

Dikutip dari infopemilu.kpu.go.id, Amon Djobo lahir di Kalabahi, Alor pada 22 Februari 1960.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved