Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Tiga Pria Remaja Rudapaksa Gadis di Bawah Umur akan Ditahan di Lapas Anak, Ancaman 15 Tahun Penjara

Seorang gadis berusia 14 tahun dirudapksa tiga remaja pria di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
Kasubnit Pelayanan Perempuan Dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda, Ipda Suhat saat memberi keterangan beberapa waktu lalu 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA - Seorang gadis berusia 14 tahun dirudapksa tiga remaja pria di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Gadis berinisial R dirudapaksa di sebuah Guest House di Jalan Siradj Salman Samarinda.

Kasus rudapaksa ini lansung ditangani Satuan Reskrim Polres Samarinda.

Polisi akhirnya menahan tiga remaja pelaku rudapaksa.

Baca juga: BEJAT Ayah di Sidoarjo Ancam Bunuh & Rudapaksa Anak Kandung Selama 4 Tahun, Kemen P3A Bereaksi Keras

Baca juga: Remaja Hamil Dirudapaksa Bocah 16 Tahun, Sudah Dinikahi Sirih Malah Dilapor ke Polisi, Ini Nasibnya

Rencananya penahan tiga remaja pria ini dilimpahkan ke Lapas Perempuan dan Anak, Tenggarong, Kukar, Provinsi Kalimantan Timur.

Kompol Andika Dharma Sena melalui Ipda Suhat, selaku Kasubnit Pelayanan Perempuan Dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda menyebutkan proses hukum ketiga remaja dibawah umur yakni F (15), B (16) dan D (16) berlanjut.

Baca juga: Pasien Covid-19 di India Jadi Korban Rudapaksa Perawat, Kini Nasibnya Berakhir Menyedihkan

"Meski masih dibawah umur, proses hukum tetap berjalan dan pasal yang dikenakan tentang persetubuhan anak dibawah umur, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," tegasnya, Sabtu (12/6/2021) hari ini. 

Hanya proses anak dibawah umur memang memiliki tenggat waktu selama 15 hari, guna melengkapi seluruh berkas dan pendampingan hukum terhadap ketiga pelaku asusila dibawah umur ini.

"Aturannya jika anak dibawah umur, dan sampai proses (pemberkasan) selesai, mereka masih kami titipkan di tahanan Satresnarkoba, tidak gabung tahanan dewasa. Jika semua sudah rampung baru kami pindahkan ke Lapas anak-anak di Tenggarong," imbuh Ipda Suhat. 

Ilustrasi - Rudapaksa
Ilustrasi - Rudapaksa (KOLASE TRIBUNKALTARA.COM)

Pihak kepolisian Pelayanan Perempuan Dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda juga masih menunggu hasil visum untuk melengkapi semua berkas dan bukti.

Dan masih berkoordinasi dengan pihak RSUD A.W.Sjahranie, terkait visum korban. 

"Iya, kami juga sambil menunggu hasil visum dari rumah sakit, nanti hasilnya seperti apa," tegasnya. 

Baca juga: Masa Lalu Pendekar Wanita Israel Dijuluki Ratu Senjata, Bahagia Letuskan Senpi, Dirudapaksa 2 Kali

"Dalam waktu dekat ini, kami akan sampaikan kembali perkembangannya," sambung Ipda Suhat.

Diberitakan sebelumnya, Sungguh malang nasib R karena diusianya yang masih sangat belia yaitu 14 tahun telah menjadi korban kekerasan seksual oleh kekasihnya sendiri F (15).

Naasnya, tidak hanya F yang telah menodainya tetapi juga teman-teman F yang juga masih di bawah umur. Yaitu B (16) dan D (16).

Kasus tersebut diungkap oleh Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena melalui Ipda Suhat, selaku Kasubnit Pelayanan Perempuan Dan Anak (PPA) Polresta Samarinda kepada media, Kamis 10 Juni 2021.

Suhat mengungkap bahwa kejadian kekerasan seksual tersebut terjadi pada Minggu, 8 Mei lalu, Pukul 02.00 Wita di salah satu Guest House di Jalan Siradj Salman Samarinda.

Diungkapkannya awalnya korban diajak oleh kekasihnya F untuk bertemu di Guest House tersebut.

"R taunya cuma mereka saja, namun sesampainya di sana ternyata ada 5 teman F yang lain dan sudah ada banyak minuman keras" jelas Suhat.

Dia juga menjelaskan bahwa R yang menyewa Guest House namun menggunakan uang dari F.

"Nah minumlah mereka semua sampai mabuk. Setelah mabuk F mengajak R untuk berhubungan layaknya suami istri," terangnya.

Melihat hal tersebut, dua rekan F yaitu B dan D menjadi ikut bernafsu dan secara bergantian menyetubuhi R yang sedang dalam keadaan mabuk berat.

Baca juga: Pria di Bulungan Diduga Rudapaksa Anak Perempuan di Warung, Tersangka Lakukan Usai Tonton Film Po*no

"Semuanya mabuk," lanjutnya.

Suhat menjelaskan bahwa 3 teman F yang lain tidak menyetubuhi R karena sibuk bermain game online.

"Yang dua fokus main game, yang satu maaf agak keterbelakangan mental jadi tidak bisa berbuat apa-apa" jelasnya.

Setelah kejadian tersebut, pagi sekitar Pukul 06.00 Wita R diajak pulang oleh F.

Baca juga: Ngaku Sakit Hati, Pria Ini Nekat Rudapaksa Warga Nunukan Kaltara, Terancam 12 Tahun Penjara

Suhat menjelaskan bahwa R adalah anak broken home yang ikut dengan ibunya.

Awalnya ibunya tidak mengetahui kekerasan seksual yang telah dialami putrinya tersebut, namun semenjak habis diajak jalan oleh F tersebut sikap R berubah menjadi pendiam.

"Ibunya curiga jadi ditanya kenapa, jadi mengakulah R kalau sudah dilecehkan oleh 3 orang tersebut dan ibunya melapor pada Selasa, 8 Juni 2021," terangnya.

Atas kejadian tersebut Suhat menuturkan bahwa pihaknya sudah menahan 5 para tersangka dan saat ini sedang dititip di sel resnarkoba Polresta Samarinda.

"Kita pisah dengan tahanan dewasa. Ini sedang menunggu keputusan akhirnya bagaimana dari pimpinan. Juga kita menunggu hasil visum dari rumah sakit," tutupnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved