Breaking News:

Berita Tana Tidung Terkini

Razia Pajak Kendaraan, UPTB Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah KTT Jaring 30 Pengendara

Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Tana Tidung gelar razia pajak kendaraan bermotor

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Razia pajak kendaraan bermotor oleh UPTB Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Tana Tidung. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Tana Tidung gelar razia pajak kendaraan bermotor dalam rangka meningkatkan sektor pajak daerah.

Kepala UPTB Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Tana Tidung, Djohan Dasi mengatakan, razia tersebut rutin dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran warga.

Dia menyebutkan, razia dilaksanakan dua kali setiap bulannya.

Baca juga: Cuti Bersama Lebaran, Pelayanan Samsat dan SIM Polres Malinau Tutup, Buka Kembali 17 Mei 2021

Baca juga: Tiap Tahun Pajak Alat Berat Senilai Rp 500 Juta, Samsat Penajam Paser Utara Hapus Pajak Alat Berat

"Kami fokusnya pada peningkatan sektor pajaknya. Dengan begitu kan PAD (pendapatan asli daerah) bisa meningkat," ujarnya, Kamis (17/6/2021).

Dia menyampaikan, dari hasil razia yang dilakukan hari ini, sebanyak 30 pengendara baik mobil dan motor yang terlambat melakukan pembayaran pajak.

Baca juga: Burhan Penumpang Speedboboat Benuanta Ditemukan Selamat, Ngaku Tak Lompat, Tapi Terpeleset

Djohan menuturkan, dari sejumlah penggendara yang terjaring, beralasan tidak mengetahui atau lupa untuk membayar pajak.

"Penggendara yang terlambat bayar pajak itu, kita lakukan penahanan notif pajak. Karena kan percuma dibawa kalau sudah tidak berlaku," ungkapnya.

Alat berat yang melakukan pekerjaan di ruas Jl Kolonel Soetadji Tanjung Selor. Potensi pajak alat berat diklaim besar di Kaltara.
Alat berat yang melakukan pekerjaan di ruas Jl Kolonel Soetadji Tanjung Selor. Potensi pajak alat berat diklaim besar di Kaltara. (TRIBUNKALTARA.COM/AMIRUDDIN)

"Beda kalau razia dari kepolisian, biasanya langsung menahan kendaraan. Kalau kita, cukup tahan notif pajaknya saja," sambungnya.

Dia berharap, adanya kesadaran yang tinggi dari masyarakat untuk taat membayar pajak.

Baca juga: Soal Pajak Sembako, DPR RI Sebut Sri Mulyani Permalukan Jokowi: Kayaknya Pemerintah Lagi Bokek

"Kita berharap ada kesadaran yang tumbuh dari masyarakat kita. Apalagi kita sudah sangat masifnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para penggendara," lanjutnya.

(*)

Penulis: Risnawati

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved