Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Ombudsman Provinsi Kaltara Pantau PPDB di Tarakan: Terima Laporan Satu Aduan dari Masyarakat

Ombudsman RI Provinsi Kaltara ikut melakukan pemantauan kegiatan PPDB tingkat SD, SMP dan SM. Laporan keluhan ada satu aduan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Bakuh Dwi Tanjung, Kepala Keasistenan Pencegahan Mal Adminisitrasi Ombudsman Provinsi Kaltara. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kaltara ikut melakukan pemantauan kegiatan Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) baik tingkat SD, SMP dan SMA di Kota Tarakan.

Laporan yang masuk untuk aduan diterima Ombudsman hingga di hari ketiga pendaftaran baru satu aduan.
Ini dibeberkan Bakuh Dwi Tanjung, Kepala Keasistenan Pencegahan Mal Adminisitrasi Ombudsman Provinsi Kaltara.

Dibeberkan Bakuh, sejak Senin (21/6/2021) kemarin, pihak Ombudsman terjun langsung melakukan pemantauan mengikuti instruksi Ombudsman RI di pusat.

Baca juga: Hari Kedua Pelaksanaan PPDB di SDN 008 Tarakan Sepi Peminat, Terapkan Sistem Rangking Usia Tertua

" lni penugasan dari pusat juga untuk melakukan pantauan PPDB di wilayah kerjanya masing-masing. Karena kita juga lingkupnya besar yakni Kaltara maka kami ada tim yang turun ke Tanjung Selor, dan beberapa wilayah lainnya," ungkap Bakuh.

Di Kota Tarakan sendiri, beberapa sekolah sudah dilakukan pemantauan. Di antaranya SMA Negeri 3 Tarakan, SMK Negeri 1 Tarakan dan SD Negeri 047 Tarakan.

Baca juga: SMPN 1 Sei Menggaris Terapkan PPDB Offline, Kepsek Sebut Zonasi tak Berlaku, Rusmilawati Beber Sebab

"Kami tidak bisa mendatangi semua. Kami hanya bersifat sampling. Untuk Tarakan baik SD dan SMP, menggunakan luring tidak daring atau online menggunakan formulir jadi ada kemudahan mekanismenya dibandingkan dengan SMA," beber Bakuh.

Lebih lanjut dikatakan Bakuh, di tingkat SD, sistemnya harus ke sekolah untuk mengambil formulir pendaftaran. Sementara di SMA, menggunakan aplikasi PPDB full online dan ada operator sekolah yang disiapkan.

Aktivitas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 7 Tarakan, Senin (21/6/2021). TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Aktivitas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 7 Tarakan, Senin (21/6/2021). TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH)

Sehingga menurutnya sulit menemukan celah untuk pendaftara dengan sistem full online dibandingkan offline yang rentan terhadap permainan oknum.

Lebih lanjut menyoal laporan yang masuk yakni dari orang tua siswa yang ingin mendaftarkan anaknya ke SMA Negeri 3 Tarakan. Dalam hal ini diadukan karena tak masuk dalam zona.

Baca juga: Cek Kesiapan Sekolah, Babinsa Ikut Pantau Protokol Kesehatan Covid-19 di PPDB SMP Negeri 1 Tarakan

"Sempat lapor ke Disdik dan lapor ke sekolah dan ternyata siswanya di peringkat di luar kuotanya 177 karena ada yang lebih dekat dari dia sehingga tereliminasi," ujar Bakuh.

Dalam hal ini pihaknya tetap ke SMA Negeri 3 Tarakan untuk memastikan persoalannya. Dan ada kuota belum terpenuhi yakni dari jalur prestasi dan pindah tugas. Meski demikian ia tak ingin memberikan harapan besar bagi pelapor tersebut.

Baca juga: Hari Pertama PPDB Online di Tarakan Server Sempat Down, Kepala Disdkbud Tajuddin Beberkan Alasannya

"Jadi infonya nanti akan dialihkan dan diseleksi di jalur lain yang kuota belum terpenuhi. Namun itu juga masih bersaing dengan siswa lainnya. Dan sudah diberi pemahaman kepada orang tuanya, " pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved