Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Sudah Seminggu, Gula Pasir Malaysia Tak Ada di Pasaran Nunukan, Begini Penjelasan Dinas Perdagangan

Dalam sepekan ini Gula pasir merek Prai asal Malaysia nihil di pasaran Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Heri, seorang pedagang di Pasar Jamaker Nunukan, Kalimantan Utara, sedang memegang gula pasir asal Malaysia. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Dalam sepekan ini Gula pasir merek Prai asal Malaysia nihil di pasaran Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Gula pasir merek Prai sudah sejak lama menjadi komoditi yang ramai diminati oleh warga perbatasan RI-Malaysia, di Kabupaten Nunukan.

Alasan warga Nunukan lebih sering mengkonsumsi produk negeri jiran, Malaysia itu, lantaran harganya yang terbilang murah.

Baca juga: Datangi Pasar Induk Tanjung Selor, Satgas Pangan Kaltara Beber Jalur Temuan Gula Malaysia Ilegal

Nia, seorang pedagang di Pasar Jamaker, mengaku sepekan ini, Gula Prai benar-benar hilang di pasaran Nunukan.

Sebelumnya, harga Gula Prai per bungkus sebesar Rp13 ribu. Namun, saat komoditi itu langka di Nunukan harganya sempat naik jadi Rp17 ribu per bungkus.

Baca juga: Pedagang di Malinau Sebut Gula Pasir Malaysia Diminati Masyarakat, Ini Alasannya

"Dulu beli dua bungkus harganya Rp25 ribu. Sudah seminggu ini, gula Malaysia betul-betul hilang di pasaran Nunukan. Tidak tau kenapa," kata Nia kepada TribunKaltara.com, Minggu (11/07/2021), pukul 15.00 Wita.

Hal itu membuat warga Nunukan beralih mengkonsumsi gula pasir Indonesia dari Sulawesi dengan harga Rp15 ribu per bungkus.

Gula Pasir merk Prai asal Malaysia yang diperjualbelikan di Tanjung Selor ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI)
Gula Pasir merk Prai asal Malaysia yang diperjualbelikan di Tanjung Selor ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI) (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI)

"Sekarang orang Nunukan beralih mengkonsumsi gula Indonesia dengan harga Rp15 ribu per bungkus," ucapnya.

Hal serupa dikatakan oleh Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Syamsul Daris.

Baca juga: Gula Pasir dan Daging Alana asal Malaysia Beredar di Pasar, Gubernur Zainal Minta Pedagang Urus Izin

Menurutnya, hilangnya komoditi Gula Prai di pasaran Nunukan, akibat hingga kini Malaysia masih memperketat lockdown. Bahkan, melakukan pengurangan tenaga kerja, sampai penutupan pabrik gula.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved