Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Swab PCR Mulai Langka Bagi Pelaku Perjalanan di Kaltara, Dinkes: Fokuskan PCR untuk Tracing Kontak

Beberapa hari terakhir jelang Hari Raya Idul Adha, lonjakan kenaikan konfirmasi positif Covid-19 cukup signifikan meningkat di Kota Tarakan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Sumarsono
Tribun Kaltara
Tampak ruang dalam bertekanan negatif untuk uji swab RT PCR di Rumkital Ilyas Tarakan saat awal di-launching 2020 lalu 

“Harus disiapkan tentunya bagi mereka yang darurat membutuhkan. Misalnya ada orang tua meninggal, pelaku perjalanan bisa menggunakannya atau yang sakit ingin berobat, ini harus dipikirkan,” ujarnya.

Ia menambahkan saat ini, tiga rumah sakit yang melayani  RT PCR diprioritaskan kepada pasien konfirmasi positif Covid-19.

“ Harus diprioritaskan untuk yang dirawat. Karena ada jangka laporan yang harus di-follow up. Sekian hari harus  PCR lagi,” ujarnya.

Di sisi lain ia melanjutkan, ada juga tenaga medis yang bertugas di bagian pemeriksaan RT PCR terpapar Covid-19. Dan mereka harus melakukan isolasi mandiri.

Artinya semakin berkurang tenaga medis yang ahli dalam bidang itu.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Tarakan Naik, Pelaku Perjalanan Diimbau Isolasi Mandiri dan Swab PCR atau Antigen

“Ini kami usahakan urai mudahan ada solusi. Bagaimana atasi sementara waktu agar bisa  membantu masyarakat mengikuti prosedurnya,” ujar Khairul.

Kemampuan mesin PCR dalam satu hari sendiri ada sekitar 90 sampel, 94 sampel, 80 sampel dan ada yang 100 sampel. Total dalam sehari  mungkin yang bisa diperiksa oleh tiga rumah sakit yakni 200-an sampel. 

“Jika yang ditracing banyak sekali.  Yang diisolasi mandiri udah banyak,  belum yang dirawat di rumah sakit ditambah kontak-kontak erat baru ini  yang membuat over,” ujarnya.

Sejumlah petugas medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan wilayah kerja Nunukan sedang bersiap melayani PCR test ratusan WNI asal Malaysia di ruang tunggu Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Jumat (30/04/2021), sore.
TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis.
Sejumlah petugas medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan wilayah kerja Nunukan sedang bersiap melayani PCR test ratusan WNI asal Malaysia di ruang tunggu Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Jumat (30/04/2021), sore. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis. (TRIBUNKALTARA.COM/FELIS)

Ia menambahkan, jika dalam dua hari jika misalnya ada 600-an sampel yang ingin diperiksa maka butuh tiga hari baru bisa diselesaikan dan bisa membaca hasil positif atau negatif.

“Sehingga mereka yang mau berangkat tidak bisa. Pasti fokusnya kan ke pasien dulu. Upaya rumah sakit lebih banyak ke pasien,” ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved