Senin, 4 Mei 2026

Berita Tarakan Terkini

Nakes Masih Terpapar Covid-19, Layanan PCR RSUKT Ditutup, Tambah Bed Bila Pasokan Oksigen Lancar

Tenaga kesehatan atau nakes masih terpapar Covid-19, layanan PCR RSUKT ditutup sementara, akan tambah bed bila pasokan oksigen lancar.

Tayang:
Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Dirut RSUKT, dr. Joko Hariyanto. FOTO: TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Tenaga kesehatan atau nakes masih terpapar Covid-19, layanan PCR RSUKT ditutup sementara, akan tambah bed bila pasokan oksigen lancar.

Sejumlah tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) masih ada yang belum sembuh dari paparan Covid-19.

Dibeberkan Dirut RSUKT, dr. Joko Hariyanto, pelayanan swab test PCR ditutup sementara untuk pelaku perjalanan dikarenakan masih ada petugas laboratorium yang terpapar Covid-19.

Baca juga: Sampai di Sragen, Vino Bocah yang Kehilangan Orangtua karena Covid-19 Dapat Bantuan dari Ketua DPR

Baca juga: Balai Diklat Malinau jadi Tempat Isolasi Covid-19 Sementara, Berikut Fasilitas dan Kelengkapannya

Baca juga: Balai Diklat Malinau Tempat Isolasi Bagi Pasien Covid-19, Berikut Fasilitas dan Kelengkapannya

“Mereka selalu lakukan skrining secara berkala. Sehingga didapat yang terpapar. Dan nakes terpapar yang bertugas di laboratorium sehingga sampai saat ini masih kita tutup pelayanan PCR,” ujar dr. Joko Hariyanto.

Ia melanjutkan, ada 14 tenaga kesehatan terpapar. Di antaranya sudah ada yang sembuh dari Covid-19. Dan ada pula yang masih menjalani isolasi mandiri.

“Kemarin sempat ada sekitar 14 orang terpapar, campuran gabungan yang paling banyak yang bertugas di laboratorium, ada sekitar 6 orang. Mereka bergejala ringan,” ujar dr. Joko.

Ia melanjutkan di RSUKT sendiri, semua nakes sudah melakukan vaksinasi, sehingga saat terpapar tidak begitu bergejala berat. Rerata bergejala ringan.

Ia melanjutkan, saat ini di RSUKT sendiri, memiliki kapasitas 20 tempat tidur.

Dan menyiapkan cadangan hingga dua tempat tidur.

“Dan semua penuh. Jadi hanya ada cadangan 2 bed saja kalau dari UGD. Sementara kita belum tambah ruangan atau bed, karena terkait dengan suplai oksigen,” ujarnya.

Jika tempat tidur ditambah namun pasokan oksigen tak mendukung nanti akan berisiko. Begitu juga SDM tenaga kesehatan yang bertugas mengingat masih ada petugas nakes terpapar dan menjalani isolasi mandiri.

“Jadi kita harus berhitung juga,” ujarnya.

Ia melanjutkan, berbeda dengan gelombang pertama Covid-19 di tahun lalu. Jumlah perawat 35 bisa merawat hingga 50 pasien. Namun kodisinya saat ini, untuk merawat 20 pasien saja tidak cukup.

“Karena pertama kalau dulu paling gejala ringan. Varian yang lama tidak seganas sekarang makanya butuh pengawasan ketat setiap dua jam di tengah disuplai,” ujarnya.

Bahkan lanjutnya, ada yang tidak bisa makan pasiennya dan perawatnya yang membantu. “Jadi sangat berbeda dengan gelombang pertama dan kedua,” ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved