Berita Nunukan Terkini
Sepekan Terbentuk, Forkap Band Asal Nunukan Terobsesi Manggung di Malaysia, Begini Alasannya
Baru sepekan terbentuk, Forkap Band asal Nunukan, Kalimantan Utara terobsesi manggung di Kota Kinabalu, Malaysia.
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Baru sepekan terbentuk, Forkap Band asal Nunukan, Kalimantan Utara terobsesi manggung di Kota Kinabalu, Malaysia.
Forkap Band baru terbentuk pada tanggal 13 Agustus 2021. Tiba hari tiba akal, begitulah grup musisi di Nunukan ini terbentuk.
Forkap Band memiliki lima personel Een (drummer), Tamin (gatar), Anto (bass), Memet (gitar), dan Clara (vokal).
Baca juga: Musisi Asal Tarakan Khifnu Keluarkan Single Terbaru Tak Sama Lagi, Dua Lagu Masih Rahasia
Meski terbentuknya dadakan, Tamin yang merupakan inisiator terbentuknya Forkap Band mengatakan, sebelumnya dia bersama empat rekan lainnya sudah sering manggung bareng di cafe, acara wedding, dan anggung talk show.
Bahkan, tak jarang juga kelima musisi itu juga, unjuk gigi secara dadakan pada beberapa event di daerah.
Sehingga, kata Tamin kendati terbentuk dadakan, mereka memiliki kualitas bermain yang tak patut diragukan lagi.
Baca juga: Ketua Lembaga Adat Besar Tidung Malinau Bangga, Ada Gambar Baju Adat Tidung di Uang Rp 75 Ribu
"Tiba hari tiba akal ya begitulah Forkap Band terbentuk pada tanggal 13 Agustus lalu. Dan hari yang sama juga kami diundang live musik di RRI. Tapi memang sebelumnya kami punya grup musik yang sama. Latihan dan juga sering manggung bareng," kata Tamin kepada TribunKaltara.com, Sabtu (21/08/2021), pukul 12.00 Wita.
Tamin menjelaskan lebih rinci mengenai terbentuknya Forkap Band. Forkap merupakan nama organisasi pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) di Nunukan yang berdiri tiga tahun yang lalu. Forkap akronim dari Forum Komunikasi Pemuda.
Singkat cerita, di dalam struktur organisasi Forkap itu terdiri dari berbagai bidang, satu diantaranya Bidang Seni dan Budaya.
"Nah, kebetulan saya juga masuk dalam kepengurusan Forkap bidang Seni dan Budaya. Makanya saya memakai nama Forkap Band," ucapnya.
Namun, di dalam grup Forkap Band hanya Tamin yang berasal dari etnis NTT. Sementara, empat personel lainnya ada yang berasal dari etnis Toraja, Banjar, Bulungan, dan Bugis.
Bagi Tamin, berbeda etnis bukanlah alasan untuk tidak berkarya di bidang musik. Apalagi mereka dipertemukan lantaran memiliki hobi yang sama.
"Terlepas dari etnisnya apa, tapi ini soal kualitas. Saya berpandangan bahwa tidak ada perbedaan di dalam dunia musik. Apalagi tidak semua anggota di organisasi Forkap punya hobi bahkan keahlian di bidang itu. Ditambah undangan live dari RRI juga dadakan, jadi saya iyakan. Tapi mereka mendukung saja," ujarnya.
Pria yang sudah malang melintang di dunia musik sejak tahun 1985 itu, sebelumnya memiliki album musik yang dirilis bersama Borneo Rockstar Entertainment Tawau, Sabah pada 2018 lalu.
Baca juga: Sejarah Hari Musik Nasional 9 Maret, Ditetapkan Sejak Era Kepemimpinan SBY pada 2013
Bahkan, Tamin mengurungkan niatnya untuk kuliah saat itu. Hanya karena dia yang bertekad kuliah di jurusan Akademi Seni Musik Indonesia (Asmi), Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/forkap-band-02.jpg)