Berita Nunukan Terkini
Sepekan Terbentuk, Forkap Band Asal Nunukan Terobsesi Manggung di Malaysia, Begini Alasannya
Baru sepekan terbentuk, Forkap Band asal Nunukan, Kalimantan Utara terobsesi manggung di Kota Kinabalu, Malaysia.
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
Sementara, kedua orang tuanya hanya mau Tamin berkuliah di jurusan Sosial Politik.
"Sebelumnya saya punya grup Pusaka Band. Bahkan, saya bareng Borneo Rockers sudah punya album lagu. Banyak lagu saya yang rekamannya di Tawau. Saat itu saya sendiri yang dari Nunukan. Vokalis dan lainnya dari Tawau, karena waktu itu saya kesulitan cocokin genre musik saya dengan rekan di Nunukan. Saya tidak fokus satu genre saja," tuturnya.
Adapun judul lagu yang dirilis Tamin saat itu yakni Sumpah Semerah Padi, Rumusan Kehidupan, Air Syurgawi Ibunda, Darurat Narkoba, dan Kau Cintaku.
Meski baru terbentuk, Forkap Band terobsesi manggung di Kota Kinabalu, Malaysia.
Wacana manggung di negeri jiran, sudah terbersit di pikiran Tamin sejak 2019 lalu berkunjung ke sebuah Yayasan Pendidikan Sabah Bridge (SB) di Malaysia.
Diketahui, Yayasan Pendidikan SB merupakan sebuah sekolah Indonesia di Malaysia. Yang mana sekolah itu diperuntukkan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sabah.
"Saya sudah sempat berkunjung ke yayasan pendidikan Indonesia di Malaysia. Bahkan, sudah ngomong ke pimpinan yayasan soal rencana untuk tampil menghibur para PMI yang berasal dari NTT di sana. Ya momennya bisa Paskah atau Natalan. Kan banyak warga kita yang selalu merayakan hari raya besar keagamaan di perantauan," ungkapnya.
Tapi karena masih situasi pandemi ditambah Malaysia hingga kini masih terapkan lockdown, sehingga Tamin belum bisa memastikan jadwal manggung Forkap Band ke negeri tetangga.
Baca juga: Aturan Wajib Bayar Royalti untuk Musisi, Marcel Siahaan dan Kunto Aji Beri Tanggapan
"Kami gunakan masa pandemi ini untuk banyak latihan lagu pop dearah. Apalagi teman-teman belum terbiasa memainkan lagu NTT. Tentu membutuhkan banyak waktu untuk latihan. Jadi genre Forkap Band ini lebih kepada pop daerah dan pop Indonesia," imbuhnya.
Tamin juga menyampaikan, pandemi Covid-19 ini juga berimbas pada teman-temannya yang murni berprofesi sebagai musisi.
Apalagi sejak adanya kebijakan PPKM, sudah ada lagi live musik di cafe, acara wedding, dan lainnya.
"Musisi inikan ada yang murni artinya memang mencari nafkah lewat bidang musik. Tapi di Forkap Band hampir semua punya pekerjaan utama. Saya sendiri ASN di Diskominfo, ada yang kerja di rumah sakit, kerja di dinas perhubungan, kalau vokalis masih mahasiswa. Hanya satu saja yang murni musisi," pungkasnya.
(*)
Penulis: Febrianus Felis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/forkap-band-02.jpg)