Senin, 18 Mei 2026

Berita Nunukan Terkini

Sepekan Terbentuk, Forkap Band Asal Nunukan Terobsesi Manggung di Malaysia, Begini Alasannya

Baru sepekan terbentuk, Forkap Band asal Nunukan, Kalimantan Utara terobsesi manggung di Kota Kinabalu, Malaysia.

Tayang:
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ HO- Clara
Forkap Band tampil live music di RRI Nunukan, belum lama ini (HO/ Clara). 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Baru sepekan terbentuk, Forkap Band asal Nunukan, Kalimantan Utara terobsesi manggung di Kota Kinabalu, Malaysia.

Forkap Band baru terbentuk pada tanggal 13 Agustus 2021. Tiba hari tiba akal, begitulah grup musisi di Nunukan ini terbentuk.

Forkap Band memiliki lima personel Een (drummer), Tamin (gatar), Anto (bass), Memet (gitar), dan Clara (vokal).

Baca juga: Musisi Asal Tarakan Khifnu Keluarkan Single Terbaru Tak Sama Lagi, Dua Lagu Masih Rahasia

Meski terbentuknya dadakan, Tamin yang merupakan inisiator terbentuknya Forkap Band mengatakan, sebelumnya dia bersama empat rekan lainnya sudah sering manggung bareng di cafe, acara wedding, dan anggung talk show.

Bahkan, tak jarang juga kelima musisi itu juga, unjuk gigi secara dadakan pada beberapa event di daerah.

Sehingga, kata Tamin kendati terbentuk dadakan, mereka memiliki kualitas bermain yang tak patut diragukan lagi.

Baca juga: Ketua Lembaga Adat Besar Tidung Malinau Bangga, Ada Gambar Baju Adat Tidung di Uang Rp 75 Ribu

"Tiba hari tiba akal ya begitulah Forkap Band terbentuk pada tanggal 13 Agustus lalu. Dan hari yang sama juga kami diundang live musik di RRI. Tapi memang sebelumnya kami punya grup musik yang sama. Latihan dan juga sering manggung bareng," kata Tamin kepada TribunKaltara.com, Sabtu (21/08/2021), pukul 12.00 Wita.

Tamin menjelaskan lebih rinci mengenai terbentuknya Forkap Band. Forkap merupakan nama organisasi pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) di Nunukan yang berdiri tiga tahun yang lalu. Forkap akronim dari Forum Komunikasi Pemuda.

Singkat cerita, di dalam struktur organisasi Forkap itu terdiri dari berbagai bidang, satu diantaranya Bidang Seni dan Budaya.

Forkap Band tampil live music di RRI Nunukan, belum lama ini
Forkap Band tampil live music di RRI Nunukan, belum lama ini (TRIBUNKALTARA.COM/ HO- Clara)

"Nah, kebetulan saya juga masuk dalam kepengurusan Forkap bidang Seni dan Budaya. Makanya saya memakai nama Forkap Band," ucapnya.

Namun, di dalam grup Forkap Band hanya Tamin yang berasal dari etnis NTT. Sementara, empat personel lainnya ada yang berasal dari etnis Toraja, Banjar, Bulungan, dan Bugis.

Bagi Tamin, berbeda etnis bukanlah alasan untuk tidak berkarya di bidang musik. Apalagi mereka dipertemukan lantaran memiliki hobi yang sama.

"Terlepas dari etnisnya apa, tapi ini soal kualitas. Saya berpandangan bahwa tidak ada perbedaan di dalam dunia musik. Apalagi tidak semua anggota di organisasi Forkap punya hobi bahkan keahlian di bidang itu. Ditambah undangan live dari RRI juga dadakan, jadi saya iyakan. Tapi mereka mendukung saja," ujarnya.

Pria yang sudah malang melintang di dunia musik sejak tahun 1985 itu, sebelumnya memiliki album musik yang dirilis bersama Borneo Rockstar Entertainment Tawau, Sabah pada 2018 lalu.

Baca juga: Sejarah Hari Musik Nasional 9 Maret, Ditetapkan Sejak Era Kepemimpinan SBY pada 2013

Bahkan, Tamin mengurungkan niatnya untuk kuliah saat itu. Hanya karena dia yang bertekad kuliah di jurusan Akademi Seni Musik Indonesia (Asmi), Jakarta.

Sementara, kedua orang tuanya hanya mau Tamin berkuliah di jurusan Sosial Politik.

"Sebelumnya saya punya grup Pusaka Band. Bahkan, saya bareng Borneo Rockers sudah punya album lagu. Banyak lagu saya yang rekamannya di Tawau. Saat itu saya sendiri yang dari Nunukan. Vokalis dan lainnya dari Tawau, karena waktu itu saya kesulitan cocokin genre musik saya dengan rekan di Nunukan. Saya tidak fokus satu genre saja," tuturnya.

Adapun judul lagu yang dirilis Tamin saat itu yakni Sumpah Semerah Padi, Rumusan Kehidupan, Air Syurgawi Ibunda, Darurat Narkoba, dan Kau Cintaku.

Meski baru terbentuk, Forkap Band terobsesi manggung di Kota Kinabalu, Malaysia.

Wacana manggung di negeri jiran, sudah terbersit di pikiran Tamin sejak 2019 lalu berkunjung ke sebuah Yayasan Pendidikan Sabah Bridge (SB) di Malaysia.

Diketahui, Yayasan Pendidikan SB merupakan sebuah sekolah Indonesia di Malaysia. Yang mana sekolah itu diperuntukkan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sabah.

"Saya sudah sempat berkunjung ke yayasan pendidikan Indonesia di Malaysia. Bahkan, sudah ngomong ke pimpinan yayasan soal rencana untuk tampil menghibur para PMI yang berasal dari NTT di sana. Ya momennya bisa Paskah atau Natalan. Kan banyak warga kita yang selalu merayakan hari raya besar keagamaan di perantauan," ungkapnya.

Tapi karena masih situasi pandemi ditambah Malaysia hingga kini masih terapkan lockdown, sehingga Tamin belum bisa memastikan jadwal manggung Forkap Band ke negeri tetangga.

Baca juga: Aturan Wajib Bayar Royalti untuk Musisi, Marcel Siahaan dan Kunto Aji Beri Tanggapan

"Kami gunakan masa pandemi ini untuk banyak latihan lagu pop dearah. Apalagi teman-teman belum terbiasa memainkan lagu NTT. Tentu membutuhkan banyak waktu untuk latihan. Jadi genre Forkap Band ini lebih kepada pop daerah dan pop Indonesia," imbuhnya.

Tamin juga menyampaikan, pandemi Covid-19 ini juga berimbas pada teman-temannya yang murni berprofesi sebagai musisi.

Apalagi sejak adanya kebijakan PPKM, sudah ada lagi live musik di cafe, acara wedding, dan lainnya.

"Musisi inikan ada yang murni artinya memang mencari nafkah lewat bidang musik. Tapi di Forkap Band hampir semua punya pekerjaan utama. Saya sendiri ASN di Diskominfo, ada yang kerja di rumah sakit, kerja di dinas perhubungan, kalau vokalis masih mahasiswa. Hanya satu saja yang murni musisi," pungkasnya.

(*)

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved