Berita Tarakan Terkini
RSUD Tarakan Nyatakan Sanggup Penuhi Hasil PCR Sehari Semalam Selesai: Tapi Harus Tambah Tenaga
RSUD Tarakan Provinsi Kaltara nyatakan sanggup penuhi hasil PCR sehari semalam selesai: Tapi harus tambah tenaga.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – RSUD Tarakan Provinsi Kaltara nyatakan sanggup penuhi hasil PCR sehari semalam selesai: Tapi harus tambah tenaga.
Instruksi Presiden RI Joko Widodo, selain menurunkan harga swab test PCR, juga fasilitas pelayanan kesehatan yang melayani PCR harus mempercepat keluarnya hasil swab test menjadi 1x24 jam.
Baca juga: Harga PCR di RSUD Tarakan Turun Jadi Rp 525 Ribu, Plt Dirut Franky: Itu Sesuai Instruksi Presiden
Plt Dirut RSUD Tarakan Provinsi Kaltara, dr. Franky Sientoro mengakui pihaknya pada dasarnya siap untuk menerapkan perintah percepatan itu.
Namun lanjutnya untuk memenuhi permintaan tersebut, harus menambah tenaga lagi. Saat ini pihaknya sedang mencari tenaga komputer untuk menunjang dan mendukung hal tersebut.
Saat ini lanjut dr. Franky, jumlah tenaga PCR di laboratorium bertekanan negatif milik RSUD Tarakan dinilai mencukupi.
Namun persoalannya hanya di sistem pelaporan all record yang memang dituntut harus cepat dimasukkan.
“Setelah tes harus langsung dimasukkan. Misalnya habis di swab test PCR. Kalau tidak dimasukkan dalam laporan aplikasi, bisa-bisa dianggap palsu,” ujarnya.
Baca juga: Tarif PCR RSUKT Rp 525 Ribu, Dirut Joko Beber Daftar Tunggu Banyak, Berasal dari Pelaku Perjalanan
Persoalannya saat ini terkendala tenaga yang mengiput dalam all record data warga yang sudah menjalani hasil swab test PCR negatif dan positif.
“Masalahnya di situ. Ada tapi perlu tambah satu dua tenaga lagi baru aman,” ujarnya.
Ia melanjutkan lagi, menyoal harga swab test PCR sudah diturunkan, jumlah sampel yang setiap hari diperiksa terbatas.
Ini mengikuti kemampuan mesin PCR yang bekerja di ruang bertekanan negative RSUD Tarakan. Alat mesin yang digunakan saat ini ada satu unit dengan jumlah sampel bisa mencapai 98 -99 sampel.
Pemeriksaan sampel dilakukan hanya dua kali yakni pagi dan sore hari. Dalam sehari dibatasi maksimal 160 sampel paling banyak.
“Itu sudah terdiri dari pasien dan masyarakat umum. Dan kami kan utamakan pasien dulu,” bebernya.
Baca juga: Ditargetkan Awal September 2021 Laboratorium PCR Malinau Siap Beroperasi, Saat Ini Masih Pengerjaan
Adapun untuk penambahan kembali alat swab test PCR menurutnya tidak begitu diperlukan. Karena alat yang ada saat ini saja dirasa sudah sangat memenuhi kebutuhan pemeriksaan.
“Yang dibutuhkan saat ini hanya alat reagen saja yang harus dibeli,” pungkasnya. (*)
Penulis: Andi Pausiah
Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com
Follow Twitter TribunKaltara.com
Follow Instagram tribun_kaltara
Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/tampak-boks-atau-pintu-masuk-yang-digunakan-untuk-memasukkan-sampel-swab-test-pcr.jpg)