Berita Tarakan Terkini

Sungai Kampung Bugis Tercemar Diduga Oli, PDAM Tarakan Hentikan Sementara Produksi Air Bersih

Aliran sungaiKampung Bugis Kelurahan Karang Anyar tercemar cairan berwarna hitam pekat diduga oli. PDAM Tarakan sementara hentikan produksi.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ DOKUMENTASI PDAM KOTA TARAKAN
Kondisi air sungai saat tercemar diduga oli di wilayah perbatasan RT 24 dan RT 25 Kelurahan Karang Anyar, wilayah Kampung Bugis, Jumat (3/9/2021). 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Aliran sungai yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, wilayah Kampung Bugis Kelurahan Karang Anyar tercemar cairan berwarna hitam pekat diduga oli, Jumat (3/9/2021).

Kejadian pencemaran diketahui pihak PDAM Kota Tarakan sekitar pukul 07.00 WITA usai mendapatkan laporan dari warga.

Saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Sunarto, Kabag Humas Perumda PDAM Tirta Alam Kota Tarakan membenarkan hal tersebut. Lokasi sungai tercemar kebetulan tak jauh dari kantor PDAM Kota Tarakan.

Baca juga: PDAM Kota Tarakan Lakukan Penghentian Sementara Pendistribusian Air, Berikut Jadwal dan Wilayahnya

Dibeberkan Sunarto, ia menerima informasi sekitar pukul 07.05 WITA saat sudah berada di kantor PDAM Kota Tarakan.

“Begitu duduk sebentar, persiapan mau apel ternyata hujan dan ditelpon Kasubag Pengadaan Barang, disuruh cek lokasi infonya ada oli. Jadi sekitar 07.10 WITA saya tiba di lokasi,” ujarnya.

Baca juga: Stok Air Baku Menipis di Embung, PDAM Tirta Alam Tarakan Berlakukan Penggiliran Pendistribusian Air

Kondisinya saat tiba di lokasi sungai, tampak cairan berwarna hitam pekat diduga oli sesuai aromanya sudah memenuhi sebagian aliran sungai tempat di bawah jembatan.

Dikatakan Sunarto, pihaknya sudah melakukan dokumentasi dan video dan survei ke lapangan.

Kondisi air sungai saat tercemar diduga oli di wilayah perbatasan RT 24 dan RT 25 Kelurahan Karang Anyar, wilayah Kampung Bugis, Jumat (3/9/2021).
Kondisi air sungai saat tercemar diduga oli di wilayah perbatasan RT 24 dan RT 25 Kelurahan Karang Anyar, wilayah Kampung Bugis, Jumat (3/9/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/ DOKUMENTASI PDAM KOTA TARAKAN)

Langkah pertama yang dilakukan yakni tim melakukan pembersihan limbah. Ia melanjutkan, posisi limbah tersebut menumpuk dan tertahan di sampah botol plastik yang berada tepat di bawah jembatan sungai.

“Kami sudah bersihkan. Ini arahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga supaya kalau diproduksi nanti tidak terganggu kesehatan saat dikonsumsi,” jelas Sunarto.

Baca juga: PDAM Untung Rp 7 Miliar, Wali Kota Tarakan dr Khairul Tegaskan Bakal Evaluasi Empat Perumda Lainnya

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari tim Laboratorium DLH juga sudah mengambil sampel untuk diuji.

Ia juga menambahkan, karena air sungai itu salah satu air baku yang masuk dalam proses pengolahan di PDAM Tarakan, pihaknya sebelumnya sudah menghentikan sementara proses produksi.

“Kami tutup supaya tidak terproses. Tapi sempat terbuang juga mungkin lumayan juga terbuangnya. Kalau masuk di proses gak sempat karena begitu ketahuan langsung kami stopkan,” jelas Sunarto.

Penghentian sementara sudah dilakukan begitu ada laporan masuk sebelum ia ke Kantor PDAM Tarakan di pukul 07.05 WITA.

Adapun saksi mata sendiri, di awal terungkap air sungai tercemar yakni penjual daging yang ada di area jejeran pedaganga kaki lima di Kampung Bugis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved