Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Sidang Kasus Sopir Truk Tabrak Mahasiswi Diwarnai Ketegangan, Puluhan Orang Orasi di PN Nunukan

Sidang kasus sopir truk tabrak mahasiswi sempat diwarnai ketegangan, puluhan orang orasi di PN Nunukan.

TribunKaltara.com / Febrianus Felis
Belasan orang menyampaikan ketidakpuasannya melalui orasi di depan ruang sidang utama Pengadilan Negeri Nunukan, Kamis (09/09/2021), sore. (TribunKaltara.com / Febrianus Felis) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Sidang kasus sopir truk tabrak mahasiswi sempat diwarnai ketegangan, puluhan orang orasi di PN Nunukan.

Sidang putusan kasus kecelakaan lalu lintas yang menimpa Mahasiswi Belandina Ulfa (21) dengan terpidana Kaharuddin Bin Leo Idris, diwarnai ketegangan di Pengadilan Negeri Nunukan ( PN Nunukan ).

Humas PN Nunukan, Yudho Prokoso mengatakan orasi massa yang berlangsung sekira 40 menit itu sempat menganggu proses sidang selanjutnya.

"Menyampaikan pendapat itukan hak setiap orang. Kami berikan waktu seluas-luasnya.

Tapi alangkah lebih bijaknya ketika orasi dilakukan di luar gedung pengadilan," kata Yudho Prokoso kepada TribunKaltara.com, pukul 17.30 Wita.

Yudho mengaku mendengar sepintas tuntutan orasi massa yang kurang puas terhadap proses penyidikan di kepolisian dan tuntutan di kejaksaan.

"Mengapa demonya di pengadilan. Demo di depan ruang sidang utama, membuat sidang selanjutnya jadi terhambat," ucapnya.

Belasan orang menyampaikan ketidakpuasannya melalui orasi di depan ruang sidang utama Pengadilan Negeri Nunukan, Kamis (09/09/2021), sore. (TribunKaltara.com / Febrianus Felis)
Belasan orang menyampaikan ketidakpuasannya melalui orasi di depan ruang sidang utama Pengadilan Negeri Nunukan, Kamis (09/09/2021), sore. (TribunKaltara.com / Febrianus Felis) (TribunKaltara.com / Febrianus Felis)

Baca juga: Fakta Baru Pengemudi Pajero Aniaya Sopir Truk, Sempat Dikira TNI, hingga Kejanggalan Plat Mobil QH

Sementara itu, mengenai amar putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim, kata Yudho pihaknya sepakat dengan beberapa poin tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pada agenda sidang tuntutan sebelumnya, JPU menjatuhkan pidana terhadap terpidana Kaharuddin dengan pidana penjara selama 5 tahun.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk sampah DLH ini didakwa melanggar pasal 310 ayat (4) tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan jo pasal 181 KUHP.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved