Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Senator Fernando Sinaga Minta Perpanjangan Relaksasi Pinjaman Lunak Prioritaskan Pelaku Desa Wisata

Fernando Sinaga mengapresiasi dan mendukung usulan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati soal pemulihan ekonomi Bali pasca pandemi.

Editor: Amiruddin
HO/Fernando Sinaga
Foto senator Fernando Sinaga dan rombomgan saat mengunjungi Bali. Fernando Sinaga mengapresiasi dan mendukung usulan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati soal pemulihan ekonomi Bali pasca pandemi. 

TRIBUNKALTARA.COM - Wakil Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia ( DPD RI ), Fernando Sinaga yang turut hadir mendampingi Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPD RI, Dr. Mahyudin di Provinsi Bali pada Senin (20/9) lalu, mengapresiasi dan mendukung usulan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati soal pemulihan ekonomi Bali, melalui penguatan pariwisata jelang pasca pandemi Covid-19.

Baca juga: Fernando Sinaga Sebut DPD dan KPA Sepakat Dorong Legislasi Reforma Agraria dan Masyarakat Hukum Adat

Sebagaimana diberitakan, Cok Ace, panggilan akrab Wakil Gubernur Bali, mengatakan banyak tempat–tempat wisata yang sudah tidak terawat karena tidak adanya pengunjung.

Oleh karena itu, pemerintah berusaha agar para pengusaha tidak menjual aset–asetnya, sehingga sejak tahun lalu pemerintah provinsi sebenarnya telah mengajukan relaksasi pinjaman lunak bagi para pelaku pariwisata dan sudah beberapa ada yang dicairkan.

“Untuk itu kami berharap relaksasi ini dapat diperpanjang, karena masih banyak para pelaku pariwisata yang belum bisa melunasi hutang–hutangnya dengan segera. Untuk itu kami minta bantuan kepada DPD RI,” ujar Cok Ace.

Dalam siaran persnya, Fernando Sinaga menyatakan agar perpanjangan relaksasi pinjaman lunak diprioritaskan bagi para pengelola desa wisata.

“Masa depan pariwisata di Indonesia termasuk pariwisata di Bali ada di desa wisata. Maka momentum menjelang memasuki pasca pandemi Covid–19 ini, sudah saatnya semua pemangku kepentingan mendorong penguatan desa wisata, termasuk memberikan pinjaman lunak untuk mengembangkan desa wisata.

Pinjaman lunak ini sangat dibutuhkan karena dana desa tidak cukup untuk kembangkan desa wisata,” tegas Fernando Sinaga, yang berasal dari daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Utara ini.

Fernando Sinaga menambahkan, dengan memperkuat desa wisata di Bali, melalui program pinjaman lunak, maka pariwisata di Bali pasca pandemi akan berbasiskan pada kearifan lokal, partisipasi warga desa dalam pariwisata dan konkret memberikan kontribusi pada Penghasilan Asli Desa (PADes).

Baca juga: Fernando Sinaga: Kementerian LHK Gagal Capai Target Pelepasan Kawasan Hutan untuk Reforma Agraria

“Sudah saatnya industri pariwisata di Bali berbasis pemberdayaan masyarakat yang sentralnya berada di desa wisata. Industri pariwisata di Bali jangan lagi dikuasai asing dan jaringan kapitalis internasional.

Ke depan desa wisata harus dominan mengelola pariwisata Bali. Kalau ini terealisasi, Bali bisa menjadi pilot project bagi pengembangan pariwisata berbasis desa wisata di provinsi lainnya di Indonesia,” ungkap Fernando Sinaga.

(Adv)

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved