Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Nelayan Kaltara Harapkan Ada Perlakuan Khusus untuk Kemudahan Dapatkan BBM, Beberkan Kondisi Melaut

Motoris speedboat, nelayan ikut juga terdampak kesulitan mendapatkan pasokan BBM di APMS dan SPBB di laut. Nelayan Kaltara harapkan ada kemudahan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Aktivitas nelayan di RT 6 Kelurahan Lingkas Ujung. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Selain motoris speedboat, nelayan ikut juga terdampak kesulitan mendapatkan pasokan BBM di APMS dan SPBB di laut.

Sedianya BBM yang dibeli seperti pertalite digunakan untuk bahan bakar mesin perahu menuju lokasi area tangkap ikan di perairan Tarakan dan Kaltara.

Dikatakan Rustan, Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Provinsi Kaltara, ia membenarkan beberapa hari terakhir sempat terjadi kesulitan mendapatkan BBM bagi nelayan.

Baca juga: Warga Sulit Dapatkan Bahan Bakar Minyak, Bupati Nunukan Asmin Laura Sebut Hari ini BBM Masuk 120 Ton

“Sempat tersendat-sendat dan itu pengaruh juga sih,” bebernya.

Karena lanjutnya, ada adat atau tradisi nelayan, jika ingin mau melaut baru membeli BBM.

“Harapan kita begitu tiba di SPBB atau APMS ada barang itu. Sekarang kan antri itu. Perlu diketahui pemerintah, nelayan itu nanti mau turun baru pegang uang. Karena banyak nelayan masih tergatung ke pengepul. Nanti dia turun baru ambil panjar untuk beli minyak,” jelasnya.

Baca juga: Pasokan BBM Terbatas, Rahman Rela Antre Berjam-jam di SPBU, Demi Bawa Orang Tua ke Rumah Sakit

Ia melanjutkan, jika di saat istirahat, jika tidak ada hasil diperoleh saat melaut maka dia tidak memiliki pegangan uang.

“Ini persoalan yang tidak diketahui pemerintah. Makanya kita sampaikan ke pemerintah, karena dalam benak mereka kenapa tidak beli BBM pada waktu istirahat, yak arena memang uangnya tidak ada,” ujarnya.

Aktivitas warga yang bekerja sebagai nelayan. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Aktivitas warga yang bekerja sebagai nelayan. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH)

Sehingga saat stok BBM kosong, itu yang menyebabkan nelayan ikut kesulitan mendapatkan BBM di APMS ataupun di SPBB.

“Satu hari terlambat, dua hari terlambat waktunya sudah terbuang. Karena waktu melaut nelayan Tarakan dalam sebulan cuma dua kali. Dua hari tidak melakukan penangkapan sudah terbuang waktunya. Tunggu bulan lagi berikutnya,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved