Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Bantu Pemerintah Atasi PEN, Perusahaan di Tarakan Ekspor Ikan Bandeng Beku Langsung ke Tiongkok

Pandemi, ekspor komoditas perikanan keluar negeri dari Kota Tarakan sudah bisa dilakukan. Secara perdana ekspor ikan bandeng beku langsung ke Tiongkok

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Ekspor perdana ikan bandeng beku di Pelabuhan Malundung Kota Tarakan. 

Ia mengakui, perusahaan ini baru aktif 2018 awal dan masih baru dalam proses serta tahap perkembangan. Mulai dari SDM yang masih kurang.

Dan berjalannya waktu ada penambahan SDM, kemudian sudah ada kesadaran membantu pemulihan ekonomi Tarakan selaras program pemerintah,” ujarnya seraya menyebutkan owner PT Tarakan Fiserindo Sipatuo bernama H. Suryadi.

Dikatakan Faizal Ahmad, pembeli dari luar sudah ada. Buyer dari Xinjiyang berlokasi di Fuzhou untuk perusahaan-perusahaan penerima ekspor ikan bandeng beku.

Meski masih ada saat ini, pelabuhan-pelabuhan di sana melaksanakan lockdown. Salah satunya lanjutnya, Fuzhou.

Baca juga: Harga Bandeng di Pasar Kabupaten Nunukan Naik Rp 30 Ribu Perkilo, Berikut Daftar Harga Ikan

“Fuzhou juga lagi lockdown, kemudian Xiamen juga sudah ada dua pelabuhan. Tapi kami tetap kirim atas nama Xiamen nanti dilihat situasinya dibongkar di mana karena Xiamen ini ada dua pelabuhan,” bebernya.

Ia melanjutkan, proses pengiriman dari Tarakan ke Xijiang tidak ada kendala. Hanya saja khusus China, pemerintah dan Custom di sana memperketat untuk kepengurusan dokumen.

“Mau gak mau Kementerian Perikanan di Indonesia juga memperketat dari segi regulasi. Tapi tetap kita jail sinergi bagaimana baiknya, dimana Indonesia tetap aman dan perusahaan tetap bisa mengirim,” bebernya.

Lanjutnya lagi, jika tidak ada ekspor, tentu puluhan karyawannya tidak mendapatkan pemasukan.

Update informasi terakhir yang dihimpun pihaknya, karena kondisi Covid-19, Pemerintah Indonesia harus memenuhi prosedur. Ada beberapa perusahaan dimana bukan produknya yang ditemukan mengandung virus Covid-19 melainkan di kemasan.

“Nah itu jadi polemik. Tapi sekarang program pemerintah dalam hal ini BKIPM yang berwenang atas ini itu melakukan uji produk terhadap kemasan itu. Kalau misal hasil uji negatif maka diperbolehkan mengirim,” jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved