Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Konflik Warga & Perusahaan, Wabup Bulungan: Sudah 2 Periode Masalah Plasma Sawit tak Kunjung Kelar

Konflik warga & perusahaan, Wabup Bulungan Ingkong Ala beber sudah 2 periode masalah plasma sawit tak kunjung kelar.

TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Wakil Bupati Ingkong Ala Pimpin Rapat Pembinaan Kelapa Sawit di Ruang Serba Guna Lantai 2 Kantor Bupati (TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI). 

TRIBUNKALTARA.COM,BULUNGAN - Konflik warga & perusahaan, Wabup Bulungan Ingkong Ala beber sudah 2 periode masalah plasma sawit tak kunjung kelar.

Ingkong Ala cerita, sektor perkebunan sawit masih menjadi acuan utama menopang kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Bulungan selain memberikan dampak positif.

Namun tidak sedikit pula beri masalah yang ditimbulkan oleh perkebunan sawit yaitu Tata Kelola.

Baca juga: Papan Reklame Rokok Menjamur di Jalanan, DPRD Bulungan Sebut Mengganggu Pengguna Jalan dan Estetika

"Saya sudah 2 periode menjadi wakil bupati Bulungan, memang keluhan masyarakat tentang plasma sawit seluruh Kabupaten Bulungan sudah lama sekali, dan kami juga telah berupaya konsultasikan bersama mereka, apa yang mau diinginkan sebenarnya," ucapnya Selasa (23/11/2021).

Ia juga akui bahkan pernah lakukan studing banding perkebunan sawit dengan Dinas Perkebunan di luar Kabupaten Bulungan.

"Kami juga sudah sempat konsultasi bertukar pikiran dengan Dinas perkebunan dari Berau, Kutai Timur, tentang persoalan Plasma Sawit di Bulungan, dalam kebijakan Instruksi Presiden No. 8 Tahun 2018 terkait moratorium dan evaluasi perkebunan sawit," ucapnya.

Ia juga menjelaskan waktu periode 1 menjabat wakil bupati Bulungan bersama Alm. Sudjati sudah lakukan mediasi dengan warga Desa Long Beluah.

"Waktu itu, kami sudah pernah lakukan juga mediasi dengan Koperasi di Long Beluah, perusahaan kelapa sawit di sana, sama saja masalahnya tidak terselesaikan tentang administrasi, perbankan, tenaga kerja, begitu juga yang ada di Tanjung Palas Timur dan Timor-Timur belum terselesaikan,"ucapnya.

Baca juga: Besok Kades dari Hulu Sungai Kayan akan Temui Bupati Bulungan Syarwani Bahas Plasma Kelapa Sawit

Lebih lanjut, Ingkong Ala menyebut 20 persen yang harus dikucurkan Perkebunan Sawit Besar Swasta (PBS) dari total konsesi, di Kabupaten Bulungan adalah sudah sesuai peraturan tertuang dalam Permentan Nomor 26 Tahun 2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan.

"Contoh Desa Long Sam 11 KK, Mara Hilir 23 KK, Long Pari 5 KK, Long Beluah 14 KK data barusan saya sebut, baru tahu, dari jumlah 20 persen, lahan perusahaan perkebunan sawit swasta di desa tersebut, selama ini kenapa tidak ada pelaporan terbaru, setiap bulan dan lain sebagainya," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved