Berita Tarakan Terkini
Panen Pertama Sukses Hasilkan 9,4 Ton Demplot Bawang Merah, Berpotensi Dikembangkan di Tarakan
Tahun ini untuk pertama kalinya Kelompok Tani Flora dan Fauna Mandiri berhasil melakukan panen perdana program pengembangan bawang merah.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
Kelompok tani yang diketuai Sri sendiri sebelumnya sudah sering melakukan panen selain bawang merah. Karena kelompok tani ini bergerak di bidang peternakan dan pertanian.
“Ada juga pengolahan hasil produksi yaitu cincau hijau. Juga peternak kelinci dan kambing, menanam lemon tanpa biji dan menanam melon kami tanam sekarang. Sekitar Natal dan Tahun baru semoga bisa buka wisata petik buah lagi,” ujarnya.
Ia melanjutkan, sebenarnya sangat bisa mencukupi kebutuhan Kota Tarakan dan ia menilai ini peluang sangat besar.
Itu jika petani di Kota Tarakan sama-sama mau mengembangkan potensi bawang di Kota Tarakan.
“Peluang itu ada. Tinggal petaninya mau atau tidak. Kita menanam pun di tengah cuaca ekstrem di akhir tahun masih bisa diatasi,” urai Sri Darmawan.
Apalagi jika ditanam di waktu curah hujan rendah mulai Maret hingga April.
Yang menjadi persoalan sebenarnya bukan di pengembangan potensi bawang merah melainkan kepemilikan lahan karena rerata masih berstatus lahan pinjam.
“Untuk mengembangkan bawang merah pasti kami berharap dukungan petani lain,” ungkapnya.
Baca juga: Harga Bawang Merah Naik Jelang Idul Adha, Jadi Rp 32 Ribu Perkilogram di Pasar Jamaker Nunukan
Hasil panen tahun ini rencananya akan dipilih hasil panen terbaik dijadikan bibit. Sehingga penyediaan stok bibit sudah bisa dilakukan di Tarakan tidak perlu mendatangkan dari luar.
“Pertimbangannya bibit di sini sudah menyesuaikan kondisi iklim dan cuaca di Tarakan,” ujarnya.
Rencana untuk pemasaran lanjutnya masih akan dianalisa pihaknya mana saja yang akan dijadikan bibit dan akan dikonsumsi sendiri serta dipasarkan.
Harga bawang merah dinamis dan turun naik. Jika pasokan banyak maka tentu harga ikut turun. Jika pasokan berkurang, harga bisa melambung.
Saat ini kondisi harga bawang merah di Tarakan di bawah harga rata-rata karena stok berlimpah, bisa di kisaran Rp 25 ribu per kilogram.
Untuk standar harga stabil sebenarnya di kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu.
“Jika ditekuni tentu bisa berpotensi mendatangkan keuntungan. Kalau bantuan pemerintah termasuk pendampingan sudah sangat baik termasuk yang diberikan BI Kaltara menurut kami,” ujarnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/kelompok-tani-flora-02-29-11-21.jpg)