Berita Kaltara Terkini
Kepala BPS Kaltara Tina Wahyufitri Beber Catatan Inflasi Sebesar 2,73 Persen Sepanjang 2021
Kepala BPS Kaltara Tina Wahyufitri beber Kaltara catatkan inflasi sebesar 2,73 persen sepanjang 2021.
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Kepala BPS Kaltara Tina Wahyufitri beber Kaltara catatkan inflasi sebesar 2,73 persen sepanjang 2021.
Pada bulan Desember 2021, Kaltara mencatatkan inflasi sebesar 0,98 persen.
Angka tersebut menjadikan inflasi di Kaltara sepanjang tahun 2021 atau sejak Januari hingga Desember 2021, sebesar 2,73 persen.
Baca juga: Suntik Vaksin Anak 6-11 Tahun jadi Prioritas, Gubernur Kaltara Minta Vaksinasi Covid-19 Dipercepat
Diketahui inflasi di Kaltara dihitung dari gabungan inflasi di Kota Tarakan dan Tanjung Selor, hal ini diungkapkan Kepala BPS Kaltara Tina Wahyufitri, Senin (3/1/2022).
"Di bulan Desember 2021 terjadi inflasi di Kaltara sebesar 0,98 persen," kata Tina Wahyufitri.
"Inflasi tahunan Kaltara sebesar 2,73 persen, Kota Tarakan 2,83 persen dan Kota Tanjung Selor sebesar 2,33 persen," sambungnya.
Tina menjelaskan, kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau menjadi kelompok dengan inflasi tertinggi di Kaltara pada Desember 2021.
Sedangkan untuk andil dalam inflasi, kelompok pengeluaran dengan andil terbesar ialah makanan minuman dan tembakau disusul dengan transportasi.
"Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi dari makanan minuman dan tembakau sebesar 2,9 persen," katanya.
"Lalu kelompok pengeluaran dengan andil inflasi terbesar adalah kelompok makanan minuman dan tembakau andilnya 0,71 persen, kenaikan ini didorong perilaku masyarakat menjelang Nataru. Kelompok berikutnya transportasi dengan andil sebesar 0,15 persen," urainya.
Baca juga: Presiden Jokowi Teken Keppres Status Pandemi, BPBD Kaltara Sebut Pos Pemeriksaan Dilanjut
Dalam hal komoditas, BPS Kaltara mencatat, empat komoditas utama yang memiliki andil terbesar penyumbang inflasi Desember 2021.
"Komoditas cabai rawit dengan andil 0,47 persen hal ini disebabkan kenaikan harga cabai yang cukup tinggi, permintaan Nataru dan terjadinya musim hujan sehingga produksi cabai menurun," katanya.
"Lalu angkutan udara memiliki andil sebesar 0,15, minyak goreng 0,09 persen dan cabai merah memiliki andil sebesar 0,08 persen," ucapnya.
Menurutnya, inflasi di Kaltara sepanjang 2021 mengalami tren kenaikan. Kendati naik, inflasi di Kaltara tercatat masih dalam taraf terkendali.
"Pada tahun 2021 perkembangan inflasi bulanan dari bulan Januari sampai Desember mengalami tren meningkat, bahkan di bulan April, Mei, November dan Desember inflasi bulanan Kaltara jauh di atas angka nasional," kata Tina.
Baca juga: Kasus Omicron Lokal Terdeteksi, Jubir Satgas Covid-19 Kaltara Sebut Kirim 4 Sampel ke Litbangkes
"Sementara inflasi kalender berarti selama tahun 2021 inflasi terkendali sebesar 2,73 persen," tuturnya.
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi