Berita Nunukan Terkini

Ditahan Polisi karena Diduga Melakukan Tindakan Asusila, Lurah Nunukan Selatan Nonaktifkan Ketua RW

Ditahan polisi karena diduga melakukan tindakan asusila, Lurah Nunukan Selatan nonaktifkan Ketua RW dari jabatannya.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TribunKaltara via Kompas.com
Ilustrasi pelecehan seksual 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Ditahan polisi karena diduga melakukan tindakan asusila, Lurah Nunukan Selatan nonaktifkan Ketua RW dari jabatannya.

Diduga melakukan tindakan asusila pada seorang wanita bersuami, Ketua RW Nunukan Selatan akhirnya dinonaktifkan dari jabatannya.

Lurah Nunukan Selatan, Kelik Suharyanto, mengatakan pihaknya sudah menonaktifkan Ketua RW Nunukan Selatan dari jabatannya berdasarkan surat perintah penahanan nomor Sp Han/07/I/2021/Reskrim tanggal 22 Januari 2022, Polres Nunukan.

"Sudah kami nonaktifkan jabatannya per hari ini sesuai surat perintah penahanan dari Polres Nunukan. Tadi juga kami sudah rapatkan bersama Babib, Ketua RT di RW yang terkait termasuk Camat Nunukan Selatan," kata Kelik Suharyanto kepada TribunKaltara.com, Senin (24/01/2022), sore.

Baca juga: Mulai 2023 Tenaga Honorer Bakal Dihapus, Bagaimana Nasib Ribuan Pekerja Bukan PNS di Nunukan?

Lurah Nunukan Selatan, Kelik Suharyanto.
TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis.
Lurah Nunukan Selatan, Kelik Suharyanto. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis. (TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS)

Kelik sampaikan, penonaktifan jabatan Ketua RW itu sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

"Jadi hal yang berhubungan dengan administrasi di wilayah RW yang terkait, sementara ini diambil alih oleh Kelurahan Nunukan Selatan," ucapnya.

Dipersangkakan Pasal 289 KUHP

Sementara itu, Plh Humas Polres Nunukan, AKP Joko Setiyono menuturkan tersangka inisial SK alias WN (55) kini berada di rumah tahanan negara (Rutan) Polres Nunukan untuk diperiksa lebih lanjut.

"Kami masih dalam tahap penyidikan dan tersangka ditahan di Rutan Polres Nunukan selama 20 hari terhitung tanggal 22 Januari 2022 sampai 10 Februari 2022," ujar Joko Setiyono.

Terhadap tersangka WN dipersangkakan Pasal 289 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun

Berikut Kronologis Tindakan Asusila yang Diduga Dilakukan Oleh Tersangka WN:

Pada hari Kamis (20/01/2022), sekira pukul 16.00 Wita, Mawar pergi ke rumah iparnya yang tidak jauh dari toko ATK itu dengan berjalan kaki.

Sementara itu, rumah iparnya persis di samping rumah tersangka WN.

"Sore itu saya ke rumah ipar untuk pinjam handphone keponakan suami. Jadi pas pulang lewat depan rumah Ketua RW (Tono). Dia nanya adakah ayam suamimu. Saya bilang kenapa, terus dia balas lagi, kalau ada dia mau beli," tutur korban sebut saja Mawar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved