Berita Nunukan Terkini

H-2 Imlek Tahun 2022, Keturunan Tionghoa di Nunukan Mulai Siapkan Tebu dan Memesan Kue Keranjang

H-2 Imlek tahun 2022, keturunan Tionghoa di Nunukan mulai siapkan tebu dan memesan kue keranjang.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Klenteng Tri Dharma San Sen Kong, di Jalan Pembangunan RT 10, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - H-2 Imlek tahun 2022, keturunan Tionghoa di Nunukan mulai siapkan tebu dan memesan kue keranjang.

Jelang perayaan Imlek tahun 2022, umat Tionghoa di Nunukan disibukkan dengan menyiapkan tebu dan mulai memesan kue keranjang dari Kota Tarakan.

Hari Raya Imlek atau Tahun Baru China 2573 Kongzili jatuh pada Selasa 01 Februari 2022.

Baca juga: Sebulan Ini Kabupaten Nunukan Nihil Kasus Covid-19, Vaksinasi Dosis 1 Capai 82,76 Persen

Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nunukan Agama Konghucu, Susanto, mengatakan dirinya mulai memesan kue keranjang dari Tarakan.

Biasanya kue keranjang cukup dipesan dari Tawau, Malaysia dengan harga lebih terjangkau. Namun, karena hingga kini Malaysia masih lakukan lockdown sehingga alternatifnya adalah memesan dari Tarakan.

"Kalau di Tawau harga kue keranjang hanya RM 15 atau Rp52.500. Sementara di Tarakan harganya bisa sampai Rp70 ribu. Ya mau tidak mau kita pesan, karena kue keranjang itu menu wajib saat Imlek," kata Susanto kepada TribunKaltara.com, Minggu (30/01/2022), pukul 14.30 Wita.

Diketahui, kue keranjang merupakan makanan khas saat Imlek. Dalam bahasa China disebut Nian Gao.

Kue keranjang itu terbuat dari gula dan ketan serta memiliki tekstur yang lengket.

"Tekstur kue keranjang yang lengket itu diibaratkan seperti hubungan sebuah keluarga yang semakin erat dan harmonis. Jadi, kalau punya keluarga yang merantau jauh selama ini, ya harus datang dan menikmati jamuan bersama keluarga pada 31 Januari malam nanti. Itulah yang dimaknai Imlek," ucapnya.

Selain kue keranjang, tebu juga jadi menu wajib warga Tionghoa turun-temurun saat Imlek.

Susanto menuturkan, ia bahkan menanam pohon tebu untuk digunakan saat perayaan Imlek. Tebu tersebut nantinya disimpan di belakang pintu rumah.

"Saat mendekati Imlek setiap rumah pasti mencari tebu. Jumlah tebu yang disiapkan tergantung jumlah pintu di rumah kita. Tebu yang biasa digunakan warnanya kuning atau hijau. Sebanyak mungkin saya tanam tebu, kalau kekurangan tidak usah mencari lagi," ujarnya.

Tebu sendiri, kata Susanto diibaratkan hubungan keluarga yang manis dan harmonis. Selan itu diyakini oleh warga Tionghoa, tebu dapat membuat setiap masalah di dalam keluarga menjadi mudah diselesaikan.

"Tebu itu pasti manis. Manis adalah tanda bahwa di rumah itu keluarganya harmonis. Apapun masalah yang kita hadapi selama satu tahun ini dimudahkan atau dimaniskan seperti tebu," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved