Berita Tarakan Terkini

Sebelum PTM 100 Persen di Tarakan, Sekolah Lakukan Observasi dan Terapkan Sistem Dua Shift

Sebelum PTM 100 persen di Tarakan, sekolah lakukan observasi dan terapkan sistem dDua shift.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Aktivitas anak sekolah di SDN Utama 2 Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Sebelum PTM 100 persen di Tarakan, sekolah lakukan observasi dan terapkan sistem dDua shift.

Menyambut pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Utama 2 Tarakan, persiapan yang dilakukan saat ini di antaranya menyiapkan seluruh kelas.

Jika nanti sudah diturunkan instruksi tertulis dari Disdikbud Kota Tarakan yang merupakan turunan dari edaran Wali Kota Tarakan, maka barulah akan digelar PTM full 100 persen.

Baca juga: Satpol PP Tarakan Tertibkan Reklame tak Bayar Pajak, BPKPAD: Tunggakan Ada yang Tembus Rp 102 Juta

Namun sebelum benar-benar melaksanakan PTM dikatakan Maksum, Kepala SDN Utama 2 Kota Tarakan, harus terlebih dahulu melakukan kegiatan obeservasi.

“Rencana kami kemarin, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu masa observasi terlebih dahulu. Rencananya melibatkan kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 mulai dari pukul 07.15 WITA sampai pukul 09.30 WITA,” beber Maksum.

Lebih lanjut ia menambahkan, kemudian setelah diberikan jeda waktu 30 menit bagi kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 pulang sekolah dan selanjutnya pada pukul 10.00 WITA, giliran kelas 4, kelas 5 dan kelas 6 yang akan masuk kelas.

“Jadi dalam sehari itu full semua. Setelah nanti kami observasi lalu dievaluasi kira-kira di mana kelemahannya dan apa yang harus dipersiapkan, barulah nanti kami berlakukan secara full,” ujarnya.

Adapun observasi ini dimaksudkan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan saat PTM berjalan.

Sejauh ini lanjutnya, respons dari orangtua hanya menunggu pihak sekolah memberikan instruksi pelaksanaan PTM.

“Bahkan kemarin pagi ada anak-anak sudah datang ke sekolah bertanya kapan kembali belajar sekolah. Pada intinya SDN Utama 2 insyaAllah sangat siap melaksanakan full PTM,” jelasnya.

Dari sisi protokol kesehatan, mulai dari tempat pencucian tangan permanen ada sekitar lima unit sengaja dibuat dekat pintu masuk.

Baca juga: Diduga Rugikan Negara Rp 567 Juta saat Bangun Kantor Lurah, KH Ditahan Kejaksaan di Lapas Tarakan

“Kemudian di depan masing-masing kelas juga ada termasuk hand sanitizer. Termasuk meja dan kursi yang sudah rusak kami ganti dan ada yang diperbaiki,” ujarnya.

Nantinya dalam satu kelas lanjutnya akan diisi 28 siswa seperti sebelum pandemic menyerang. Pembelajaran dimulai dari hari Senin sampai hari Sabtu.

Setelah masa observasi selesai nantinya tidak ada persoalan yang ditimbulkan dan berjalan lancar, maka akan dilanjutkan seluruh siswa masuk ke sekolah tanpa pembelajaran daring.

“Tidak ada lagi pakai shift jam kelas,” tegasnya. (*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved