Berita Daerah Terkini

Seorang Ayah di Kubar Rudapaksa Anak Tirinya hingga Hamil, Pelaku Ancam Bunuh Korban Jika Melapor 

Seorang ayah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur tega rudapaksa anak tirinya hingga hamil. Korban selalu diancam dibunuh jika melapor

Editor: Junisah
Tribun Jabar/Istimewa
Ilustrasi rudapaksa, pemerkosaan atau pelecehan seksual. 

TRIBUNKALTARA.COM, SENDAWAR – Seorang ayah di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur tega rudapaksa anak tirinya hingga hamil. Korban selalu diancam dibunuh jika melapor aksi bejatmnya tersebut ke ibunya.

Aksi bejat seorang pria di Kabupaten Kutai Barat  (Kubar) kembali terjadi. Pria tersebut tega rudapaksa anak tirinya hingga hamil.

Tidak hanya itu, pria berinisial MM (36) ini juga mendokumentasikan alat vital sang anak yang menjadi korbannya itu dengan untuk dijadikan bahan bermasturbasi pelaku.

Baca juga: Pelaku Rudapaksa Santri Herry Wirawan Lolos Hukuman Mati dan Kebiri Kimia, Begini Penjelasan Hakim

Infomasi yang dihimpun dari pihak Kepolisian, aksi bejat MM ini sudah dilakukan sejak Juni 2021 lalu.

MM melakukan aksi bejatnya terhadap anak tirinya itu saat sang ibu pergi bekerja di perkebunan kelapa sakit.

Untuk melancarkan aksinya hingga berulang kali, pelaku mengancam korban akan dibunuh jika berani cerita kepada ibunya.

"Korban diancam bila melapor dia dan ibunya akan dibunuh" ujar Kapolres Kubar, AKBP Sonny Henrico Parsaulian melalui Kasat Reskrim yang disampaikan Kanit PPA Polres Kubar Aipda Jasmin, Sabtu (12/3/2022).

Baca juga: Apa itu Penjara Seumur Hidup? Pidana yang Dijatuhkan ke Herry Wirawan, Pelaku Rudapaksa di Bandung

Jasmin membeberkan, tidak hanya menggagahi korban hingga hamil, pelaku juga mendokumentasikan alat vital korban untuk 'bahan' melakukan onani.

Kronologi terbongkarnya aksi bejat MM terhadap anak tirinya, setelah korban tak tahan lagi menerima perlakuan ayah tirinya tersebut, ada akhirnya menceritakan kepada sang ibu.

"Ibu korban merasa heran kepada anaknya kenapa setiap melihat ayahnya dia merasa takut," jelasnya.

Sang ibu lantas memanggil anaknya (korban) masuk ke dalam kamar.

Ilustrasi Rudapaksa. TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi Rudapaksa. TRIBUNNEWS.COM (TRIBUNNEWS.COM)

Awalnya korban enggan membeberkan, namun setelah didesak akhirnya mengaku bahwa ia mendapat perlakuan tidak senonoh oleh ayah tirinya.

Korban tidak berani melapor karena ancaman pelaku.

Namun setelah didesak sang ibu, akhirnya korban menceritakan apa yang dilakukan ayah tirinya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved