Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Jelang Ramadan Harga Cabai Merah di Nunukan Naik hingga Rp 90 per Kg, Ketersediaan Sembako Aman

Jelang puasa Ramadan 1443 Hijriah, ketersediaan sembako di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, masih relatif aman.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Mardiana menjual cabai merah dan tomat di Pasar Inhutani Nunukan, belum lama ini. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Jelang puasa Ramadan 1443 Hijriah, ketersediaan sembako di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, masih relatif aman.

Meski begitu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nunukan, Sabri mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan stok sembako.

"Untuk sementara ini, ketersediaan sembako kita masih relatif aman. Kami akan terus melakukan pemantauan pada beberapa agen sembako," kata Sabri kepada TribunKaltara.com, Jumat (18/03/2022), pukul 07.30 Wita.

Baca juga: Khawatir Harga Sembako Naik Jelang Bulan Puasa, Cabai Rawit Rp 100 Ribu per Kg di Tanjung Selor

Menurutnya, kelangkaan sembako di Nunukan biasa terjadi jelang hari lebaran.

Kata Sabri hal itu terjadi lantaran ada peningkatan kebutuhan sembako saat lebaran tiba.

Ia berharap kelangkaan itu tidak terjadi termasuk kelonjakan harga di pasaran.

Baca juga: Saling Tunggu Kewenangan, Warga Perbatasan Dicekik Harga Sembako, Wilayah Apau Kayan Kian Terisolasi

"Kebutuhan dapur meningkat karena beberapa faktor. Misalnya konsumsi pada saat buka puasa. Kemudian saat lebaran tiba, menu masakan andalan. keluarga pasti dihidangkan. Jangan sampai ada gejolak harga dan penimbunan sembako lah," ucapnya.

Sabri mengaku, saat ini kapal swasta yang memuat pasokan sembako dari Makassar terbilang lancar. Ditambah juga program tol laut yang memuat Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting), dari Makassar dan Surabaya sebulan sekali.

"Pasokan sembako ke Nunukan seminggu dua kali, Senin dan Jumat. Kalau tol laut sebulan sekali. Semuanya masih lancar sampai saat ini," ujarnya.

Rosmawati, warga RT 003, Jalan Ujang Dewa Sedadap, Nunukan Selatan, seusai menerima Program Bantuan Sembako berupa uang tunai sebesar Rp600 ribu, di Kantor Lurah Nunukan Selatan, Sabtu (26/02/2022), siang.
Rosmawati, warga RT 003, Jalan Ujang Dewa Sedadap, Nunukan Selatan, seusai menerima Program Bantuan Sembako berupa uang tunai sebesar Rp600 ribu, di Kantor Lurah Nunukan Selatan, Sabtu (26/02/2022), siang. (TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS)

Harga Cabai Merah Naik Hingga Rp90 per Kg

Terpisah, pedagang di Pasar Inhutani Nunukan, Mardiana menuturkan harga cabai merah mengalami kenaikan selama dua minggu belakangan ini.

Baca juga: Kantor Pos Tideng Pale Salurkan Bantuan Sembako Rp 600 Ribu, 338 KPM di Tana Tidung Terima BPNT

Untuk cabai merah lokal naik hingga menjadi Rp90 ribu per Kg. Sebelumnya sempat Rp60 ribu per Kg. Begitupun cabai merah asal Sulawesi yang sebelumnya Rp55 ribu per Kg, kini naik menjadi Rp80 ribu per Kg.

"Sudah dua minggu harga cabai merah naik. Tapi kapal datangnya lancar saja," tuturnya.

Sementara itu, harga bawang merah dan putih, kata Mardiana masih stabil.

Baca juga: Pemdes Tideng Pale Kabupaten Tana Tidung Salurkan Bantuan Paket Sembako, 505 KK Terima Hari Ini

"Bawang merah Rp35 ribu per Kg. Sedangkan bawang putih Rp30.000 per Kg. Hanya harga cabai merah yang naik," ungkapnya.

(*)

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved