Berita Nunukan Terkini

Seorang WNI yang Dideportasi dari Malaysia Meninggal di Nunukan, Jenazah Dipulangkan ke Soppeng

Seorang deportan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia meninggal dunia di Puskesmas Sedadap, Jumat (01/04/2022), pagi.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ HO- Efendi BP2MI Nunukan
Petugas Puskesmas Sedadap membawa jenazah ke RSUD Nunukan, Jumat (01/04/2022), pagi. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Seorang deportan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia meninggal dunia di Puskesmas Sedadap, Jumat (01/04/2022), pagi.

Diketahui pria yang berusia 39 tahun itu berasal dari Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Menurut Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan Kombes Pol F Jaya Ginting, pahlawan devisa negara yang meninggal dunia itu akibat gagal jantung (sesak nafas).

Baca juga: Ratusan PMI Dideportasi Lagi ke Nunukan, Agust Suwandy Sebut Tetap Harus Karantina Jika Positif

"Iya meninggal kemarin pagi di Puskesmas Sedadap akibat gagal jantung," kata F Jaya Ginting kepada TribunKaltara.com, Sabtu (02/04/2022), pukul 09.00 Wita.

Almarhum merupakan 1 diantara 236 WNI yang dipulangkan kembali ke tanah air melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan pada Kamis, 31 Maret, sore.

Ginting mengaku, sejak tiba di Pelabuhan Tunon Nunukan almarhum sudah mengalami sesak namun tak ada keluhan yang serius.

Baca juga: BP2MI Nunukan Sebut Ratusan WNI yang Dideportasi dari Malaysia Sebagian Besar tak Punya Paspor

"Begitu tiba saya pisahkan dari barisan karena mukanya tampak pucat. Saya arahkan dia duduk di kursi. Lalu sempat berikan air minum dan petugas juga membawa kursi roda untuk dia, agar mudah dibawa ke tempat PCR," ucapnya.

Lebih lanjut dia sampaikan, begitu tiba di Rusunawa (tempat penampungan sementara), petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) didampingi Palang Merah Indonesia melakukan pengecekan terhadap almarhum.

"Malam itu diperiksa tidak masalah yang serius. Saat pagi hari dicek kesehatannya kembali kondisi sesak nafas agak serius, jadi dirujuk ke Puskesmas Sedadap. Di situ almarhum menghembuskan nafas terakhir. Selanjutnya kami bawa ke RSUD," ujarnya.

Dari pengakuan teman dekat almarhum, sesak nafas yang dialaminya sudah sejak lama.

"Soal berapa lama di penjara saya belum sempat nanya, karena kami prioritaskan dulu kesehatannya. Tanda-tanda kekerasan tidak ada. Tapi sempat nanya dia, memang ada kebiasaan konsumsi alkohol," tambahnya.

WNI yang dideportasi tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, belum lama ini.
WNI yang dideportasi tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, belum lama ini. (TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS)

Jenazah Akan Dipulangkan ke Soppeng

Jenazah siang ini akan dipulangkan ke Soppeng kampung halamannya. Lantaran, beber Ginting orangtua almarhum sendiri yang meminta BP2MI Nunukan untuk memulangkan jenazah anaknya itu.

"Kami sedang urus administrasinya di RSUD Nunukan. Termasuk carter speedboat sampai ke Tarakan. Nanti nginap satu malam di Tarakan, karena pesawat hari ini rutenya mutar Balikpapan lalu Surabaya. Jadi besok pagi baru terbang ke Makassar," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved