Berita Nasional Terkini
Fenomena Emak-emak Beli Baju Lebaran Disorot Megawati, Tito Karnavian Ikut Disentil Bos PDIP
Setelah mengomentari antre minyak goreng, giliran emak-emak beli baju lebaran disorot Megawati Soekarnoputri, Tito Karnavian ikut disentil bos PDIP.
Hal ini ia ungkap dalam acara daring 'Kick Off dan Talkshow pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA)', ditulis Kamis (21/4/2022).
"Sebagai anggota DPR pada waktu itu, saya sangat berkeluh kesah adalah dalam APBN kita yang namanya urusan research itu saya tidak akan pernah lupa, tidak pernah satu persen. Pasti nol koma," ucap Megawati.
Ia pun menyatakan bagaimana bisa Indonesia akan melakukan sesuatu jika pendanaan untuk riset saja terlalu kecil.
Ketua Umum PDIP ini mengaku aktif bicara urusan riset dan pendanaannya selama menjadi anggota DPR bahkan wakil presiden.
"Bagaimana kita akan melakukan sesuatu hal kalau research keuangannya minim sekali," katanya.
Namun perhatian mengenai riset, lanjut Megawati, baru bisa diakomodasi saat Presiden Joko Widodo yang notabene juga seorang politikus PDIP menaruh perhatian terhadap apa yang selama ini jadi harapannya.
Saat terpilih dan sebelum pelantikan presiden, Jokowi kata Megawati sempat bertanya soal hal apa yang perlu dilakukan dalam pemerintahan ke depan.
"Saya bilang, dalam hal lain - lain karena ini yang saya bicarakan adalah masalah research. Research kita itu benar - benar tidak mengerti, orang pintar Indonesia ini banyak, anak Indonesia yang pintar itu banyak. Tapi kenapa ya dalam hal research, dalam pembicaraan proses APBN lalu APBD itu urusan research itu terbelakang," ucap Megawati.
"Saya bilang 'Kita sudah cukup banyak berdiskusi, yang harus kita lakukan adalah bapak sebagai kepala pemerintahan, bahwa harus ada yang namanya sebuah tatanan dari pengelolaan research dan inovasi dari negara kita'," ungkapnya.
Singkat cerita, saat Megawati sedang berlibur ke Jepang, ia di telepon oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung yang memberi tahu bahwa dirinya akan dilantik sebagai dewan pengarah badan baru, yakni Badan Riset dan Inovasi Nasional.
"Pendek cerita, suatu hari saya ditelepon pak Pram nanya kapan pulang, katanya dicari presiden," ujarnya.
(*)
Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com
Follow Twitter TribunKaltara.com
Follow Instagram tribun_kaltara
TikTok officialtribunkaltara
Follow Helo TribunKaltara.com
Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official