Sabtu, 23 Mei 2026

Tips Otomotif

Terpaksa Mudik Pakai Motor, Ini Waktu Terbaik Memulai Perjalanan

Gelombang mudik lebaran Idul Fitri 1443 H mulai meningkat drastis pada Kamis (28/4/2022).

Tayang:
Ilustrasi mudik menggunakan motor
Ilustrasi mudik menggunakan motor. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNKALTARA.COM - Gelombang mudik lebaran Idul Fitri 1443 H mulai meningkat drastis pada Kamis (28/4/2022).

Mengunakan motor untuk mudik sangat tidak dianjurkan.

Tapi jika terpaksa melakukan mudik mengendarai motor, sebaiknya perhatikan anjuran keselamatan.

Salah satunya yang harus diperhatikan saat mudik menggunakan roda dua adalah waktu terbaik untuk melakukan perjalanan.

Perjalanan mudik menggunakan sepeda motor dianggap terlalu berisiko, olehnya itu, waktunya tidak boleh sembarangan.

Berikut ini dijelaskan Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengenai waktu terbaik untuk melakukan perjalanan mudik menggunakan motor.

Menurut Jusri, tidak dianjurkan melakukan perjalanan malam hari.

Baca juga: Arus Mudik H-4 Lebaran, Gapasdap Bulungan Sebut Penumpang Speedboa Melonjak, Siapkan Armada Tambahan

"Jalanan pada malam hari lebih sepi dan cuaca lebih dingin," kata Jusri kepada Kompas.com, Selasa (26/4/2022).

Selanjutnya, kata Jusri, mata manusia memang tidak dirancang untuk melihat di kegelapan.

"Saat malam hari, visibilitas kita rendah atau menurun. Seterang-terangnya lampu jalan dan lampu motor, jauh lebi terang siang hari. Tidak ada alasan," terangny.

Pada malam hari, manusia ditakdirkan untuk isrirahat sehingga oksigen juga dikurangi.

Akhirnya perjalanan malam hari membuat optensi mengantuk lebih besar.

"Yang ngantuk bisa kita atau orang lain. Orang lain mengantuk itu ancaman buat kita di jalan. Kemudian pengguna jalan lain juga belum tentu tertib. Kita sudah tertib mereka tidak," kata Jusri.

"Artinya ancaman kita besar sekali kalau malam. Visibilitas kita turun, lubang tidak terlihat, batu dan pasir di jalan tak terlihat. Jadi jalan malam hari lebih merugikan dibanding siang," imbuhnya.

Baca juga: Simak Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Saat Mudik Lebaran, Bisa Tanpa Obat, Boleh Dicoba

Istirahat saat ngantuk

Saat mudik jarak jauh, disarankan untuk singgah beristirahat ketika lelah dan ngantuk.

Berikut ini tips istirahat secara optimal saat perjalanan mudik mengendarai mobil.

1. Istirahat setiap 3 sampai 4 jam

Setiap orang memang memiliki kondisi fisik yang berbeda, tapi istirahat selama mengendarai mobil dinilai sangat penting.

Agus Sani, selaku Pakar Safety Riding menyebutkan bahwa pengemudi wajib istirahat setelah melakukan perjalanan selama 3 sampai 4 jam.

Hal tersebut harus dilakukan agar kondisi badan bisa kembali fit dan prima, sehingga konsentrasi juga meningkat.

2. Istirahat selama 30 menit

“Waktu istirahat minimal 30 menit sampai tubuh kembali fit, sebenarnya hal ini juga telah diatur dalam UULLAJ (Undang Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) Nomor 22 tahun 2009,” ujar Agus Sani kepada Kompas.com, Selasa (25/4/2022).

Dalam waktu 30 menit tersebut pengemudi bisa tidur, agar nantinya setelah bangun menjadi lebih segar.

Tidur disela-sela perjalanan saat istirahat sangat dianjurkan, karena bisa mencegah pengemudi mengantuk di jalan.

3. Lakukan olahraga ringan

Mengutip dari Kompas.com (20/4/2022), Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Sumawa menganjurkan pengemudi untuk melakukan peregangan badan.

“Menyisihkan waktu tiga menit untuk stretching (peregangan) dan itu harus didukung oleh penumpangnya,” jelas Sony.

Melakukan peregangan badan sangat baik untuk tubuh karena selama perjalanan, posisi badan terus sama dan tentunya akan terasa pegal jika tidak digerakkan.

4. Jangan paksakan diri jika lelah atau mengantuk

Jika tubuh sudah merasa lelah atau rasa kantuk tiba-tiba datang, langsung saja menepi untuk istirahat.

Pengemudi bisa beristirahat di rest area yang ada di sejumlah titik agar kejadian seperti microsleep atau tertidur sesaat di jalan bisa dihindari.

Meski tertidur hanya sekejap saja, hal tersebut bisa sangat berbahaya apalagi jika mobil tengah melaju kencang.

Tak hanya pengemudi, tapi penumpang dan pengguna jalan lainnya bisa saja terkena imbasnya jika terjadi kecelakaan.

Banyak masyarakat yang memilih pulang kampung dalam momen lebaran Idul Fitri 1443 H setelah beberapa tahun terakhir pemerintah melarang mudik akibat pandemi Covid-19.

Setelah pemerintah membolehkan masyarakat mudik Lebaran, kebanyakan pemudik memilih pulang kampung dengan naik transportasi umum atau kendaraan pribadi.

Penggunaan mudik dengan naik mobil juga banyak dipilih karena selain muatannya lebih banyak, mobil juga dinilai lebih nyaman untuk perjalanan jarak jauh.

Meski lebih nyaman jika dibandingkan naik sepeda motor, pengemudik yang naik mobil juga wajib beristirahat dalam perjalanan.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved