Berita Tarakan Terkini

Soal Minyak Goreng Subsidi, Kepala DKUKMP Tarakan Akui Masih Berkoordinasi Dengan Kemendag Pusat

Kota Tarakan tidak mendapatkan kuota minyak goreng bersubsidi. Ini disampaikan Kepala DKUKMP Kota Tarakan Untung Prayitno.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Harga minyak goreng di salah satu supermarket di Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKANKota Tarakan tidak mendapatkan kuota minyak goreng bersubsidi. Ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Tarakan Untung Prayitno.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI telah menyusun program minyak goreng rakyat.

Dalam mekanismenya, setiap masyarakat bisa membeli minyak goreng curah dengan harga subsidi.

Baca juga: Ekspor Minyak Goreng Dibuka Kembali, Petani Sawit di Nunukan Masih Keluhkan Turunnya Harga TBS

Namun ternyata, untuk di Kota Tarakan belum ada diterapkan.

“Kalau untuk minyak goreng curah, Tarakan sampai sekarang belum dapat kuotanya. Saya belum tahu mekanismenya, saya mau koordinasi dengan Kemendag,” urai Untung Prayitno.

Ia melanjutkan, menyoal pula apakah daerah mengajukan kuota atau jatah sudah diatur oleh pusat, termasuk daerah mana saja yang akan mendapatkan program migor rakyat, ia masih harus melakukan koordinasi terkait hal tersebut.

“Belum tahu mekanisme penyalurannya, apakah daerah mengajukan atau pusat yang langsung memberikan kuota. Ini yang lagi akan kami koordinasikan,” jelasnya.

Baca juga: Setelah Perbolehkan lagi Ekspor CPO, Jokowi Janjikan Harga Minyak Goreng Curah Minggu Depan Turun

Sebelumnya juga diberitakan, Kementerian Perdagangan menggandeng BUMN serta pelaku usaha akan terus memperluas akses penjualan minyak goreng curah.

Salah satunya melalui program migor rakyat. Rencananya, program ini dalam implementasinya akan menggunakan teknologi aplikasi digital dan tersinkronisasi secara nasional.

Harga minyak goreng di salah satu supermarket di Kota Tarakan.
Harga minyak goreng di salah satu supermarket di Kota Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Direncanakan setiap orang dapat membeli minyak goreng curah 1liter sampai 2 liter per hari dengan persayaratan menunjukkan KTP.

Asrul, salah seorang warga Kelurahan Sebengkok menuturkan, jika kebijakan ini diterapkan, pihaknya sangat bersyukur.

Baca juga: Antrean Panjang BLT Minyak Goreng di Kodim Malinau, Sebagian Penerima Memilih Ambil Bantuan Besok

Ia sehari-hari berjualan gorengan ini mengakui bisa terbantu jika ada subsidi diberikan.
Mariyati, warga Karang Anyar, juga turut mengungkapkan ini menjadi kabar baik bagi dirinya.

“Pakai yang curah tidak apa-apa, yang penting bisa untuk menggoreng karena harga minyak goreng kemasan di toko masih cukup tinggi menurut saya,” keluhnya.

Ia mengakui, biasa sehari masih mendapatkan harga Rp 25 ribu per liter dibandingkan sebelum kenaikan minyak harganya masih di kisaran Rp 14 ribu.

Baca juga: Mulai Hari Ini, 2.000 Pedagang di Kabupaten Malinau Terima BLT Minyak Goreng Rp 300 Ribu 

“Kalau ada minyak goreng harga lebih murah tidak apa, meskipun curah,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved