Berita Nunukan Terkini

Dideportasi dari Malaysia, 371 PMI Tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Semua Sudah Vaksin Lengkap

Sebanyak 371 deportant Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (02/06/2022), sore.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Ratusan PMI dari Tawau, Malaysia tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kamis (02/06/2022), sore 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Sebanyak 371 deportant Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (02/06/2022), sore.

Diketahui, Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Negeri Sabah melakukan deportasi terhadap 371 orang PMI dari tiga Depot Tahanan Sementara (DTS) di wilayah akreditasi Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu.

Dari 371 PMI tersebut, 190 orang diantaranya berasal dari Depot Sibuga, Sandakan. Lalu dari Depot Menggatal, Kota Kinabalu sebanyak 86 orang. Sementara itu, dari Depot Kimanis, Papar sebanyak 95 orang.

Baca juga: Ratusan PMI Dideportasi dari Tawau Malaysia Tiba di Nunukan, BP2MI: Tak Ada Karantina Lagi

Kepala UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, AKBP F Jaya Ginting mengatakan, Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu telah melakukan verifikasi atas 371 PMI yang dideportasi tersebut.

"Bahkan ratusan PMI itu mengantongi SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) sebagai dokumen perjalanan kepulangannya ke Indonesia," kata F Jaya Ginting kepada TribunKaltara.com.

Tak hanya itu, kata Ginting JIM juga menyediakan salinan bukti vaksin Covid-19 dari para PMI tersebut sebagai dasar agar mereka bisa langsung masuk ke Indonesia tanpa swab tes PCR.

"Jadi semua sudah vaksin lengkap. Sehingga begitu tiba di Nunukan tidak perlu tes PCR. Tapi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Nunukan tetap melakukan skrining untuk memastikan kondisi PMI dalam keadaan sehat," ucapnya.

Baca juga: Ustadz Somad Ngaku Berada di Penjara Imigrasi Sebelum Dideportasi dari Singapura, Penjelasan Polri

Calon PMI Banyak Jadi Korban Calo

Terpisah, Inspektur BP2MI, Firdaus Zazali mengaku sampai saat ini pemerintah telah berupaya maksimal untuk memfasilitasi penempatan PMI ke luar negeri.

"Ada 5 skema penempatan PMI ke luar negeri. Seperti G to G, G to P, mandiri atau perseorangan, lalu ada juga penempatan untuk keperluan perusahaan. Sebenarnya banyak pilihan, tapi yang jadi masalah di Nunukan, banyak PMI yang berangkat secara perseorangan secara ilegal," ujar Firdaus Zazali seusai melakukan monitoring ratusan PMI yang tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Menurutnya, mengenai syarat yang harus dipenuhi oleh calon PMI sebelum ke Malaysia, bisa diketahui langsung melalui sosial media BP2MI.

Inspektur BP2MI, Firdaus Zazali saat ditemui awak media di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kamis (02/06/2022), sore.
Inspektur BP2MI, Firdaus Zazali saat ditemui awak media di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kamis (02/06/2022), sore. (TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS)

"Negara tidak melarang PMI bekerja di Malaysia tapi harus sesuai prosedur. Apa saja syarat untuk bekerja di Malaysia dan apa yang harus dilakukan, calon PMI bisa lihat di sosial media BP2MI atau datang langsung ke kantor UPT BP2MI di masing-masing daerah," tutur Firdaus.

Bahkan beber Firdaus tak sedikit calon PMI menjadi korban oknum calo, karena mereka tak mengetahui syarat untuk bekerja di Malaysia.

Meski begitu, Firdaus menyebut 2 tahun terakhir ini angka PMI yang masuk ke Malaysia secara ilegal berkurang.

Baca juga: Pemerintah Malaysia Akan Deportasi 374 PMI, BP2MI Nunukan: Lusa Tiba di Pelabuhan Tunon Taka

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved