Berita Kaltara Terkini

Kaltara dan Tarakan tak Masuk Pancaroba, Kepala BMKG: Hujan Durasi Lama, Waspada Terjadinya Longsor

Kaltara dan Tarakan tak masuk pancaroba, Kepala BMKG: Hujan durasi lama, waspada terjadinya longsor.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kondisi cuaca di Kota Tarakan dari pantauan BMKG Kota Tarakan, di Kelurahan Mulawarman. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Kaltara dan Tarakan tak masuk pancaroba, Kepala BMKG: Hujan durasi lama, waspada terjadinya longsor.

Kondisi Kota Tarakan dan Kaltara pada umumnya tak memiliki musim. Ini yang menjadi sebab Kaltara dan Tarakan tidak masuk dalam musim pancaroba.

Ini disampaikan Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi kepada TribunKaltara com. Secara umum, Indonesia saat ini tengah memasuki masa pancaroba.

Baca juga: Soal SOA Penumpang, DPRD Kaltara akan Bentuk Pansus hingga Tolak Bahas APBD, Ini Reaksi Gubernur

"Masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Sebetulnya wilayah Kaltara secara umum tidak ada musim, artinya kita sebenarnya tidak kena pancaroba," beber M.Sulam Khilmi.

Artinya dikatakan M. Sulam Khilmi, hari tanpa hujan di Kaltara rerata sangat pendek dan jarang terjadi di atas lima hari.

"Kadang hari tanpa hujan hanya tiga hari. Artinya itu tidak bisa diklasifikasi memiliki musim di Kaltara. Karena sebagai daerah yang disebut punya musim, ketika dalam 10 hari curah hujannya kurang dari yang ditentukan. Kemudian diikuti 10 hari berikutnya, kemudian diikuti 10 hari berikutnya. Di Kaltara hari tanpa hujan rata-rata tidak pernah lebih dari lima hari," ungkap M. Sulam Khilmi.

Ia mengakui, secara nasional pancaroba di beberapa tempat sudah masuk kemarau alias kekeringan.

Namun di Tarakan atau Kaltara curah hujan masih relatif tinggi.

Ia juga mengingatkan kondisi Kaltara selalu ada prakiraan berbasis dampak yang dikeluarkan pihaknya.

Baca juga: Terima Kunjungan Randy Bimantoro, TGUPP Dr Bastian Lubis Sebut Kaltara Terbuka Akan Investasi

"Jadi bisa memberikan informasi daerah mana di Kaltara yang terjadi hujan berdampak potensi banjir. Itu kita sampaikan ke stakeholder terkait. Ketika terjadi hujan tinggi ataupun tidak tinggi," jelasnya.

Dengan durasi yang panjang ini lanjutnya, masyarakat diimbau mewaspadai akan potensi banjir dan daerah rawan longsor yang tinggi.

"Mereka yang ada bermukim di bagian bawah harus waspada karena ketika hujan durasi lama tanah di sana akan jenuh dan berpotensi terjadinya longsor," pungkasnya. (*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved