Berita Tana Tidung Terkini

Bahasa Tidung Bakal Masuk Kurikulum Pendidikan di KTT, Kepala Disdikbud Jafar Sidik: Tahun 2023

Disdikbud Kabupaten Tana Tidung berencana memasukkan bahasa Tidung dalam kurikulum pendidikan di Tana Tidung.

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, Jafar Sidik. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tana Tidung (KTT) berencana memasukkan bahasa Tidung dalam kurikulum pendidikan di Tana Tidung.

Terkait hal ini, Kepala Disdikbud  Tana Tidung, Jafar Sidik mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Balai Bahasa Kalimantan Timur.

"Setelah dari balai bahasa itu kan, kita punya acuan dan sebagainya untuk menindaklanjuti rencana kita ini," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Kamis (16/6/2022).

Baca juga: Disdikbud Tana Tidung Bakal Masukkan Bahasa Tidung di Kurikulum Muatan Lokal 

Selain berkoordinasi dengan Balai Bahasa, pihaknya pun berencana bekerjasama dengan Tokoh-tokoh adat Tidung yang ada di Kabupaten Tana Tidung, terkait rencana pemuatan bahasa Tidung dalam kurikulum tersebut.

"Jadi nanti dialek Tidung itu akan sesuai ini. Tapi kan, kita harus ada narasumber yang jelas," katanya.

Terkait rencana dimasukannya bahasa Tidung dalam kurikulum pendidikan, dia sampaikan tidak dilakukan tahun ini.

Baca juga: Soal Bahasa Tidung Masuk Kurikulum, Wabup Malinau Jakaria Ungkap ada 7 Suku Besar di Bumi Intimung

"Kalau tahun ini belum ya. Insya Allah kita launchingnya di tahun 2023," ungkapnya.

Menurutnya, bahasa Tidung ini perlu diajarkan di satuan pendidikan formal. Sehingga seluruh siswa di Kabupaten Tana Tidung dapat mempelajari bahasa daerah itu.

Silaturahmi Tokoh-tokoh Adat Tidung Kecamatan Sesayap Hilir ke Pemerintah Kabupaten Tana Tidung di Ruang Rapat Wakil Bupati Tana Tidung, Kamis (16/6/2022)
Silaturahmi Tokoh-tokoh Adat Tidung Kecamatan Sesayap Hilir ke Pemerintah Kabupaten Tana Tidung di Ruang Rapat Wakil Bupati Tana Tidung, Kamis (16/6/2022) (TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI)

Selain itu dia sampaikan, bahasa daerah sangat perlu dilestarikan. Mengingat cukup banyak masyarakat yang tidak bisa berbahasa daerah, terutama generasi muda.

"Kalau kita ndak lestarikan, dia (bahasa daerah) akan hilang ini.

Baca juga: Terima Kunjungan Tokoh Adat Tidung Sesayap Hilir, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali Sampaikan ini

Seperti saya, orang Tidung tapi kadang ndak mengerti bahasa Tidung," tuturnya.

(*)

Penulis: Risnawati 

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved