Berita Tarakan Terkini

Hewan Kurban Gorontalo Masih Aman dari PMK, Siap Datangkan Sapi 400 Ekor Sapi ke Tarakan

Gorontalo saat ini menjadi salah satu provinsi yang masih dinyatakan aman dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo Utara, Asrin U Menu. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKANGorontalo saat ini menjadi salah satu provinsi yang masih dinyatakan aman dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Ini disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo Utara, Asrin U Menu kepada awak media.

Namun lanjutnya, meskipun aman dari PMK, terlebih menjelang Idul Adha yang sebentar lagi akan dirayakan umat Islam, pihaknya memberlakukan sistem karantina.

Baca juga: Bakal Kerjasama, Pemkab Gorontalo Utara Siap Datangkan Stok Sapi dan Komoditas Pangan ke Tarakan

Sistem karantina sama seperti yang diberlakukan Kota Tarakan yakni sebelum dikirim harus menjalani karantina 14 hari.

Dikatakan Asrin, dengan adanya kebijakan Pemerintah Gorontalo mengantisipasi PMK, diharapkan agar masyarakat Tarakan yang menerima tetap merasa aman dengan pemberlakuan karantina 14 hari.

" Itu sebelum dikirim. Kami pastikan 14 hari dikarantina. Itu sejak PMK ada," ujarnya.

Baca juga: Hadir di Gorontalo, TribunGorontalo.com jadi Portal Berita ke-62 Tribun Network

Ia menegaskan lagi, sampai saat ini belum ada kasus muncul di Gorontalo. Memang sebelum muncul PMK, karantina yang biasa dilakukan sebelum dikirimkan ke Tarakan hanya melalui 3 hari saja.

Setelah munculnya wabah PMK ini, lanjutnya, diberlakukan 14 hari. Adapun lanjutnya, selama ini, sudah ada juga dari Balai Veteriner melakukan pengawasan.

"Kami sebelum lakukan pengiriman, ada pengambilan sampel ulas darah dan dari Balai Karantina juga dari provinsi mengeluarkan rekomendasi," urainya.

Peternakan sapi di Tarakan
Peternakan sapi di Tarakan (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Dalam sebulan sendiri, ia mengakui bisa sampai dua kali pengiriman khusus ke Tarakan dengan total 200 ekor.

“Kisaran harga di atas Rp 20 juta semua. Karena kondisi akan Idul Adha maka pengiriman bisa mencapai 400 ekor yang akan dikirim ke Tarakan,” beber Asrin.

Ia membenarkan kerja sama yang akan dilakukan pihak Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo bersama Pemkot Tarakan.

Baca juga: Pastikan Bebas PMK, Pejabat Karantina Lakukan Pengawasan Lalulintas Hewan

"Ini masih masih B to B yang sekarang. Secara informalnya pedagang atau peternak Tarakan dan Gorontalo sudah ada jalinan kerja sama berdasarkan kepercayaan. Makanya ini pemerintah memfasilitasi agar mereka lebih formal," jelasnya.

Dampak langsung lanjutnya, kebutuhan daging di Tarakan bisa dipenuhi dan bisa menjadi sumber PAD dan ternak bisa dikembangkan lebih besar lagi dari sisi ekonomi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved