Berita Tarakan Terkini

Jumlah Pegawai Honorer Pemkot Tarakan 2.736 Orang, Didominasi Tenaga Guru dan Kesehatan

Data sampai Mei 2022, jumlah pegawai honorer di Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan tercatat sebanyak 2.736 orang.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Hamid Amren saat menjelaskan data pegawai honorer di Pemkot Tarakan hingga Mei 2022. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Data sampai Mei 2022, jumlah pegawai honorer di Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan tercatat sebanyak 2.736 orang.

Ribuan tenaga honorer ini sendiri tersebar di lingkungan Pemkot Tarakan, lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) dan juga dari tenaga pendidik dan kependidikan yang ada di lingkungan Disdik dan sekolah.

Adapun tenaga honorer saat ini paling banyak atau didominasi tenaga guru kemudian tenaga kesehatan.

Tenaga pendukung administrasi hanya sekitar 500 orang. Selebihnya guru dan tenaga kesehatan dan tenaga kebersihan.

Baca juga: Sikapi Penghapusan Honorer, Forum Honorer Tarakan Sebut Solusi Terbaik Buka PPPK Guru Sebanyaknya

Ini disampaikan Sekda Tarakan, Hamid Amren.

Ia juga mengakui cukup kaget ketika mendapat data dari BKPSDM awal Juni 2022 melaporkan jumlah tenaga honor di Pemkot Tarakan mencapai 3.837 orang. Sementara lanjutnya, angka yang diketahuinya selama ini 2.800-an orang.

“Kenapa jadi 3.800-an, bertambah 1.000. Setelah saya kroscek panggil teman-teman BKPSDM, mereka beralasan, karena data Disdik menggunakan dana BOS, Dinkes juga menggunakan dana kementerian dan tetap saya tidak puas. Akhirnya saya desak dan mereka minta waktu ke saya lapor ke saya hari Senin kemarin,” beber Hamid Amren.

Kemudian lanjutnya, sampai pukul 16.00 WITA tidak ada masuk laporan masuk ke pihaknya dan ia mengingat sebelum pulang langsung menelpon ke BKPSDM.

Baca juga: Tahun Ini, Pemkot Tarakan Usulkan 70 Kuota PPPK, Khairul Beber Dua Tahun Terakhir tak Rekrut Honorer

“Saya telpon mereka akhirnya kasih data ke saya ternyata yang benar adalah 2.736 orang per Mei 2022. Dimana selisih 1.000 ternyata ada di Disdik. Disdik mengirimkan data honor ke BKPSDM yang termasuk pegawai negerinya,” beber Sekda Tarakan.

Ia membeberkan, pegawai negeri di Disdik sangat banyak termasuk guru SD, SMP, TK. Dan akhirnya data direvisi menjadi 2.736 orang saja.

“Saya sampaikan ke BKPSDM jika ada data dianalisa. Jangan dijumlahkan saja. Setiap ada perubahan data dianalisa karena berpengaruh ke mana-mana. Bahkan ke nasib orang, bukan hanya uang, itu yang saya agak tekankan ke mereka,” tegasnya.

Tiga guru honorer sebelumnya berstatus honorer Pemkot Tarakan resmi mendapat SK Pengangkatan PPPK guru pasca lolos seleksi
Tiga guru honorer sebelumnya berstatus honorer Pemkot Tarakan resmi mendapat SK Pengangkatan PPPK guru pasca lolos seleksi (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Ia juga membenarkan saat ini sudah tidak lagi menerima tenaga honorer di Pemkot Tarakan. Untuk itu lanjutnya, karena selama beberapa tahun terakhir tidak ada perekrutan, ia mempertanyakan angka honorer tersebut.

“Kecuali yang tahun lalu ada penamabahan di RSUKT. Pertama karena Covid-19 dan RSUKT baru menambah ruangan dan dibelanjakan dia dana BLUD. Dana diterima dari masyarakat berobata dibayar BPJS. Jadi tidak berpengaruh banyak,” urainya.

Baca juga: Soal Penghapusan Honorer, Walikota Tarakan Khairul Upayakan Cari Solusi & Koordinasi Bersama APEKSI

Hamid Amren juga mengakui, setiap saat mengupdate perubahan data penting di ruangannya termasuk data kepegawaian.

“Saya pegang baseline-nya. Kalau ada pertambahan base line kami analisa. Yang diizinkan Pak Wali mengganti itu misalnya ada penjaga malam, ketika dia misal tidak bisa bekerja, diganti. Atau tenaga CS dan supir khusus Wali Kota, Sekda dan Asisten saja,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved