Berita Bulungan Terkini
Proses Pemuktahiran dan Penyusunan Data Pemilih, KPU Bulungan Sebut Bakal Dimulai Oktober Mendatang
Perlukan waktu 8 sampai 9 bulan. proses pemuktahiran dan penyusunan data pemilih, KPU Bulungan sebut bakal dimulai pada Oktober 2022.
Penulis: - | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Bulungan Mistang menuturkan ada beberapa persiapan yang telah dilakukan sebelum memasuki pemilu 2024 yakni melakukan proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
"Ditargetkan proses dan tahapan itu memerlukan waktu sekitar 8 sampai 9 bulan, namun berdasarkan PKPU 6 tahun 2021, devisi data di se-indonesia memiliki agenda sebelum masa non tahapan. Yaitu melakukan pemuktahiran data pemilih berkelanjutan," ucapnya Jumat (15/7/2022).
Kata Mistang, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, tanpa melibatkan badan ad hoc.
"Yang artinya, semua susunan kemudian dilakukan rapat pleno yang dilakukan sampai dengan penetapan jumlah daftar pemilih dan dilaksanakan berdasarkan kemitraan," ucapnya.
Baca juga: Bakal Ada KIPI di Tanjung Palas Timur, Kursi dari Dapil I Bertambah? Ini Penjelasan KPU Bulungan
Mistang menilai, KPU bulungan sejauh ini telah bermitra dengan banyak pihak, termasuk beberapa lembaga yang sudah bekerjasama dengan KPU Bulungan.
"Seperti Disdukcapil, Satuan Pendidikan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)," ungkapnya.
Tujuannya bermitra tersebut, kata Mistang supaya KPU Bulungan bisa bersama-sama sinergi terhadap lembaga yang memang dianggap mengelola data base kependudukan.
"Lalu, untuk mengkoordinir data pemilih pemula, kamk telah melakukan pemuktahiran data berkelanjutan dengan menyasar sekitar 13 Sekolah di Bulungan," ucapnya.
Tujuannya kata Mistang, untuk mendata peserta didik yang telah berusia 17 tahun atau lebih, untuk di daftarkan menjadi peserta pemilu di tahun 2024.
"Sekitar 12 atau 13 sekolah yang sudah kita jajaki, mendata siswa-siswi yang berusia 17 tahun atau lebih, dan dimasukkan dalam database DPT pemilih pada 2024," ujarnya.
Harus diakui, kata Mistang, mobilisasi dan pergerakan penduduk di Kabupaten Bulungan, mulai dari data imigrasi dan yang pindah dari wilayah Bulungan sampai dengan pergerakan DPT yang meninggal dunia merupakan tugas divisinya untuk memperbaiki data.
"Hari ini kita mencoba menyisir kurang lebih 481 DPT yang dinyatakan meninggal dunia. Data tersebut diturunkan langsung dari KPU RI. Kami sudah tindaklanjuti dengan menurunkan ke 67 desa dan kelurahan," ujarnya.
Tapi karena, saat ini belum direkrut badan adhoc untuk menyisir data tersebut, kata Mistang maka jajarannya bekerja sama dengan kepala dan perangkat desa untuk memastikan data yang dinyatakan meninggal dunia.
"Jumlah DPT yang tercatat saat ini sebanyak 98,582 ribu orang, jumlah ini mengalami penurunan pasca ada pengurangan sekitar 30 DPT pada Mei lalu, karena meninggal dunia serta mutasi keluar daerah," ucapnya.
Baca juga: Sambut Pemilu 2024, KPU Bulungan Bahas Anggaran dan Partisipasi Masyarakat Hingga Daerah Pemilihan
KPU Bulungan, kata Mistang masih menunggu beberapa regulasi baru yang dikeluarkan KPU RI.
Karena yang ada saat ini masih PKPU tahapan, pemuktahiran kata Mistang, sementara verifikasi parpol sedang perbaikan di KPU RI.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini segera diturunkan ke Kabupaten untuk kita tindaklanjuti. Mengingat kurang lebih 19 bulan lagi, kita akan memasuki tahapan pemilu," ujarnya.
Penulis: Georgie Sentana Hasian Silalahi