Berita Kaltara Terkini

Hingga Juni 2022 BNNP Kaltara Berhasil Ungkap 31 Kilogram Sabu, Kasus 22 Kg Lainnya Masih Ditracing

Hingga Juni 2022 Badan Narkotika Nasional Provinsi atau BNNP Kaltara berhasil ungkap 31 kilogram sabu, kasus 22 Kg lainnya masih ditracing.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Pemusnahan sabu-sabu sebanyak 22 kg di momen Hari Anti Narkotika Internasional, Seni (27/6/2022) kemarin. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Selama tahun 2022 hingga akhir Juni, pengungkapan kasus narkotika jenis sabu-sabu mencapai 31 kg yang berhasil diamankan.

Angka ini cukup mengkahwatirkan dibanding 2021 lalu dalam setahun mencapai 36 kg hasil tangkapan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara.

“Artinya separuh tahun ini sudah 31 kg. Rerata barang dari seberang Malaysia, dikirim ke Balikpapan, Kaltim, Sulawesi, dan Kaltara buka lagi transit, tapi di sini juga banyak pengguna,” ungkap Brigjen Pol Rudi Hartono, Kepala BNNP Kaltara.

Dengan adanya peningkatan kasus tangkapan, dibuktikan dengan meningkatnya angka prevalensi yang naik hingga 0,15 persen. Artinya kata Brigjen Pol Rudi Hartono, ada sekitar 13.650 orang yang terdampak narkotika dari total jumlah penduduk yang ada saat ini.

Baca juga: Minimal 150 Pendaftar Terkumpul Tes Magang ke Jepang Digelar di Tarakan, Beber Syarat Pendaftaran

“Setiap tahun naik dari jumlah penduduk 0,15 persen, makin pandemic malah makin naik,” ujarnya.

Saat ini pihaknya fokus bagaimana menurunkan angka prevalensi 0,15 persen tersebut dengan cara bagaimana mempersempit permintaan.

“Dengan cara memberdayakan masyarakat, memperkuat tempat pencegahan, edukasi dan jika permintaan di Kaltara tidak ada otomatis barang ini tidak akan ada,” jelasnya.

Dilanjutkan Brigjen Pol Rudi Hartono, terhadap dua kasus yang diungkap dan sudah dilakukan pemusnahan pada Senin (27/6/2022) kemarin, saat ini pihaknya masih melakukan upaya tracing. Pengendalinya sendiri diduga masih berkaitan dengan asal usul barang tersebut.

Adapun lanjutnya kendala, ia tak menampik pasti ada dihadapi. Misalnya dari sisi komunikasi lalu dari sisi keterbatasan untuk melakukan pelacakan.

“Kemarin sudah disita dari pelaku selain BB 22 kg, juga ada handphone yang jadi alat komunikasi mereka,” ujarnya.

Alat komunikasi sendiri saat ini masih diupayakan membongkar data dimana handphone digunakan diduga untuk berkomunikasi oleh kurir dan pemberi intruksi serta yang akan menerima barang haram tersebut.

Lebih jauh menyoal perkara dua kasus sabu-sabu ini lanjutnya, pihaknya belum melakukan penyitaa buku rekening dari dua tersangka.

“Belum sekarang, arah ke situ ada. Diduga pengendalinya sendiri berasal dari dalam Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Diduga Hendak Mencuri, Pria di Gunung Lingkas Tarakan Bonyok Kena Bogem Warga, Kronologinya

Dan saat ini pihaknya masih terus melacak dan ia meminta masyarakat bersabar karena tim saat ini sedang bekerja keras.

Menyoal keterlibatan orang yang sudah lansia nekat menjadi kurir, seperti pada kasus dua pelaku dari pengungkapan 22 kg kemarin, menurutnya banyak faktor yang menyebabkan mereka memilih jalan menjadi kurir.

Salah satunya faktor ekonomi, kemampuan kesejahteraan. “Banyak faktor, keterbatasan, kemiskinan faktornya, behavior atau perilaku kenakalan juga menjadi faktor sebabnya,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved