Jumat, 17 April 2026

Berita Malinau Terkini

Bahas Soal Stok dan Kelangkaan Solar, Komisi II DPRD Malinau Bakal Agendakan Pertemuan

Komisi II DPRD Malinau akan membahas permasalahaan kelangkaan BBM jenis solar dengan meminta keterangan kepada sejumlah instansi terkait.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Rapat Dengar Pendapat antara Komisi II DPRD Malinau, Perwakilan Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) bersama Bidang Ekonomi dan SDA Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak atau BBM jenis Solar mendapat perhatian DPRD Malinau.

DPRD Malinau melalui Komisi yang membidangi terkait hal ini rencananya akan meminta keterangan dari pihak terkait membahas persoalan tersebut.

Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan, Kus Fajar Rimawan menerangkan pihaknya akan membahas persoalan ini.

Baca juga: Pertamina Tegaskan Penyalur Resmi tak Boleh Distribusikan BBM di Luar Daerah, Melanggar Dapat Sanksi

"Terkait kekosongan ini, segera akan kami jadikan agenda di Komisi II DPRD Malinau," ujarnya saat dihubungi TribunKaltara.com, Selasa (26/7/2022).

Sebelumnya diberitakan TribunKaltara.com, keluhan tersebut disampaikan sejumlah pengguna kendaraan berbahan bakar solar, Sopir Truk dan Sopir Travel di Malinau.

Baca juga: Solar Langka di Kabupaten Tana Tidung, Bupati Ibrahim Ali Panggil Pemilik APMS

Kelangkaan ini juga diyakini mengakibatkan krnaikan harga sejumlah bahan pokok yang berasal dari luar daerah. Karena distribusi mengandalkan kendaraan berbahan bakar solar.

Kus Fajar Rimawan menerangkan pihaknya akan mempelajari apakah kelangkaan diakibatkan karena stok yang sulit di daerah atau di semua daerah.

Rapat Dengar Pendapat antara Komisi II DPRD Malinau, Perwakilan Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) bersama Bidang Ekonomi dan SDA Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau, beberapa waktu lalu.
Rapat Dengar Pendapat antara Komisi II DPRD Malinau, Perwakilan Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) bersama Bidang Ekonomi dan SDA Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau, beberapa waktu lalu. (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

"Akan kita agendakan sesegera. Terkait stok solar yang langka di daerah, apakah hanya Bio solar jenis subsidi atau industri," katanya.

Masyarakat, khususnya pengguna bahan bakar solar meminta kejelasan terkait distribusi BBM Subsidi dan industri. Sebab kelangkaan tersebut telah berlangsung sekira 2 bulan lamanya.

Baca juga: Masyarakat Mulai Sulit Peroleh Solar, Berikut Rincian Kuota BBM Bersubsidi di Malinau Tahun 2022

Karena terjadinya kelangkaan, harga Solar di tingkat pengecer saat ini naik hingga ke harga Rp 14 ribu per liter.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved