Berita Tarakan Terkini

Diamankan Brimob, HN Harus Jalani 16 Tahun di Sel Lapas Tarakan, Pernah Tersandung 2 Kasus Narkotika

Diamankan Satbrimob Polda Kaltara, HN masih harus jalani 16 tahun hukuman di sel Lapas Tarakan, pernah tersandung 2 kasus narkotika.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
HO/SCREENSHOOT WARGA TARAKAN
AN alias HN, Napi diduga dari Lapas Kelas IIA Tarakan saat berada di Mako Satbrimob Polda Kaltara dan dilakukan tes urine, Sabtu (4/9/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Kasus narapidana (napi) yang dilaporkan diamankan personel Satbrimob Polda Kaltara pada Sabtu (3/9/2022) sekitar pukul 15.30 WITA ternyata masih harus menjalani vonis sekitar 16 tahun lagi di Lapas Kelas IIA Tarakan.

Diketahui, napi berinisial AN alias HN tersebut sebelumnya tersandung dua kasus narkotika jenis sabu-sabu.

Kasus pertama dikatakan Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Arimin, yakni divonis 12 tahun penjara dengan perkara sabu-sabu.

“Untuk kasus pertama, AN sudah menjalani hukuman pertama selama 12 tahun dan sudah selesai dijalankan,” ungkap Arimin.

Baca juga: Harga Tiket Naik Rp 25 Ribu, Penumpang Speedboat Reguler Rute Tanjung Selor-Tarakan Kaget

Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Arimin saat dikonfirmasi awak media, Minggu (4/9/2022) siang tadi.
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Arimin saat dikonfirmasi awak media, Minggu (4/9/2022) siang tadi. (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH)

Saat ini lanjut Arimin, napi tersebut kini menjalani masa pidana kurungan untuk kasus narkotika jenis sabu-sabu yang kedua sebanyak 11 kg.

“Untuk kasus kedua, dia baru menjalani sekitar setahunan atau dua tahunan kurang lebih untuk kalau kasus kedua. Yang pertama sudah habis,” ungkapnya.

Artinya AN alias HN masih harus menjalani masa kurungan pidana sekitar 16 tahun lagi di Lapas Kelals IIA Tarakan.

Jika menelusuri data dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Tarakan, kasus AN alias HN sendiri terdaftar pada 22 November 2022 dengan klasifikasi perkara yaki narkotika dan nomor perkara 446/Pid.Sus/2017/PNTAR.

Lantas apakah dengan kasus yang terjadi pada Sabtu kemarin bisa membuat yang bersangkutan tak mendapatkan remisi?

Arimin menjelaskan, yang bersangkutan sendiri akan mendapat remisi susulan.

Namun dengan kasus ini lanjutnya, pihaknya masih akan melakukan tindaklanjut dan evaluasi.

“Kemarin kasus sabu dua-duanya. Karena di sini kalau ganja itu satu kasus saja. Nanti diperiksa pengawalnya diperiksa, napinya juga,” jelas Arimin.

Sebelumnya juga Kapolda Kaltara melalui Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat membenarkan adanya penangkapan terhadap AN alias HN, napi asal Lapas Kelas IIA Tarakan yang kemudian oleh Kalapas Tarakan diklaim bahwa yang bersangkutan mendapat izin luar biasa dalam rangka menjenguk anak yang baru saja melaksanakan operasi mata.

Baca juga: Jadwal Speedboat Kaltara Rute Malinau-Tarakan Hari Ini, Selasa 6 September 2022, Tarif Baru Berlaku

AN alias HN diamankan di perumahan yang berlokasi di Jalan Cempaka Kota Tarakan sekitar pukul 15.30 WITA, Sabtu (3/9/2022). Dalam rilis Kapolda Kaltara melalui Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat, napi atau warga binaan tersebut benar saat ini mendapat vonis hukuman penjara 18 tahun untuk perkara jenis sabu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved