Berita Bulungan Terkini

Hak Hasbudi Belum Terpenuhi, Kapolres Bulungan Sebut Semua Tahanan Mendapatkan Perlakuan yang Sama

Hak Briptu Hasbudi belum terpenuhi? Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar sebut semua tahanan mendapatkan perlakuan dan hak yang sama.

TRIBUNKALTARA.COM / GEORGIE
Proses persidangan Hasbudi, terdakwa kasus pertambangan emas tanpa izin (illegal mining) di Kecamatan Sekatak, Bulungan 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Terdakwa kasus pertambangan emas tanpa izin (illegal mining) di Kecamatan Sekatak, Bulungan resmi ditahan di Rutan Polres Bulungan sejak 5 Mei 2022 lalu.

Selama masa penahanan, hak terhadap oknum polisi Briptu Hasbudi ini dinilai belum terpenuhi.

Dalam keterangannya, pada sidang online tuntutan Hasbudi Senin (5/9/2022) Hasbudi menyatakan bahwa penasehat hukum (PH) maupun istri tidak diperbolehkan membesuk terdakwa sejak beberapa pekan terakhir.

“Selama masa persidangan saya hanya satu kali dibesuk,” ujar Briptu Hasbudi, pada Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Segera Siapkan Sidang Pembacaan Tuntutan Briptu Hasbudi, JPU Kejari Bulungan Diberi Waktu Dua Hari

Bahkan, sejak ditahan di Rutan Polres Bulungan,  terdakwa mengaku tidak digabung dengan tahanan lainnya dengan alasannya yang bersangkutan berstatus anggota Polri.

“Saya sudah beberapa kali meminta supaya digabung dengan tahanan lain. Tetapi, tidak diperbolehkan dengan alasan anggota Polri tidak bisa digabung dengan tahanan lain. Sementara, anggota Polri yang terjerat kasus narkoba diperbolehkan gabung dengan tahanan lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Penasehat Hukum (PH) Hasbudi, Dr. Syafruddin saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui terkait apa yang disampaikan kliennya.

Menurutnya, sejauh ini dirinya selalu bertemu dengan terdakwa.

“Saya selalu mendampingi beliau, saya malah belum monitor apa yang disampaikan terdakwa,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Bulungan, AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar menambahkan sebelumnya jadwal besuk berjalan normal. Namun, selama pandemi Covid-19 dilakukan pembatasan.

"Bukan hanya rutan, karena kebijakan yang sama juga berlaku di lapas," ucapnya.

Namun, karena kasus Covid-19 sudah melandai, kata Ronaldo akhirnya kebijakan itu kembali dilonggarkan.

Bahkan, saat ini Rumah Tahanan Polres Bulungan telah menyiapkan ruang khusus bagi pembesuk tahanan.

"Beberapa waktu lalu kita sempat melakukan rehab bangunan rutan, sehingga pembesuk tidak diperbolehkan. Tetapi, sekarang ini sudah diperbolehkan karena pengerjaan sudah selesai," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved