Berita Bulungan Terkini

Spesialis Pencuri Kotak Amal Diamankan Polres Bulungan, Beraksi Seorang Diri di Sejumlah Masjid

Seorang pria berinsisl IY (23) diciduk Satreskrim Polres Bulunga, karena mencuri kotak amal yang ada di beberapa masjid Kabupaten Bulungan, Kaltara.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Kanit Pidum Satreskrim Polres Bulungan, Ipda Brian Gultom (baju hitam), saat menunjukan barang bukti berupa kotak amal yang dibobol dalam pengungkapan kasus pencurian kotak amal di sejumlah masjid di Tanjung Selor, Selasa (13/9/2022) 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Polres Bulungan berhasil menangkap IY (23) pelaku pencurian kotak amal di sejumlah masjid di Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara.

Setidaknya ada delapan masjid di Tanjung Selor yang menjadi sasaran aksi pencurian kotak amal oleh IY.

Beraksi seorang diri sejak Agustus 2022 lalu, IY berhasil ditangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Bulungan di salah satu warnet di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Baca juga: Ubrak-abrik Rumah Tetangga, 2 Pria Diamankan Satreskrim Polres Nunukan Atas Tuduhan Pencurian, 1 DPO

"Kami berhasil mengamankan pelaku saudara IY pada 11 September kemarin," terang Kanit Pidum Satreskrim Polres Bulungan, Ipda Brian Gultom, Selasa (13/9/2022).

Menurut Ipda Brian, pelaku IY adalah spesialis dalam melakukan pencurian kotak amal.

Diketahui, uang curian dari kotak amal tersebut digunakan IY untuk membayar utang dan deposito permainan judi online.

Baca juga: Proses Penyelidikan, Kasus Pencurian di RT 10 Selumit dan Gunung Lingkas Diduga Sama Pelakunya,

"Dia pakai gunting ini, saat masjid sepi, dia cungkil kunci kotak amal ini, jadi dipaksa dibuka dan diambil uangnya," katanya.

Nama IY juga bukan nama yang asing, ia sebelumnya juga pernah tercatat kasus hukum dalam tindak pidana pencurian dan pemberatan pada 2015 dan 2018 lalu.

Inilah barang bukti berupa kotak amal yang dibobol dalam pengungkapan kasus pencurian kotak amal di sejumlah masjid di Tanjung Selor, Selasa (13/9/2022)
Inilah barang bukti berupa kotak amal yang dibobol dalam pengungkapan kasus pencurian kotak amal di sejumlah masjid di Tanjung Selor, Selasa (13/9/2022) (TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI)

"Dia memang punya pengalaman untuk mencuri uang di kantor dan juga masjid," katanya.

Faktor membayar utang untuk bermain judi online serta faktor pendidikan yang hanya tamatan SMP ditambah tak memiliki pekerjaan tetap, disinyalir membuat IY nekat kembali melakukan aksi tindak pidana pencurian.

"Dia melakukan seorang diri, dan dia memang kebiasaan dari kecil cara-cara mencuri seperti itu," ujarnya.

Kini, IY harus menanggung perbuatannya itu, polisi menjeratnya dengan pasal berlapis dengan ancaman pidana hingga sembilan tahun penjara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved