Berita Tarakan Terkini

Libatkan Tiga Pihak, Disnaker Tarakan Target November Mulai Bahas Persiapan Penetapan UMK Tarakan

Mempersiapkan SK pembentukan tripartit, libatkan tiga pihak, Disnaker Tarakan target November mulai bahas persiapan penetapan UMK Tarakan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kepala Disnaker Kota Tarakan, Agus Sutanto. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) Tarakan untuk tahun 2023 mendatang ditarget November mendatang.

Saat ini Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tarakan mempersiapkan SK pembentukan tripartit atau tiga pihak dan akan duduk dalam Dewan Pengupahan Kota (Depeko).

Dikatakan Kepala Disnaker Kota Tarakan, Agus Sutanto, dalam pertemuan tiga pihak ini nantinya akan ada melibatkan pemerintah, pengusaha dan buruh atau serikat pekerja.

“Jadi akan dibahas di sana nanti. Biasanya sekitar bulan November. SK tripartit masih kita siapkan. Kemarin kami minta perwakilan buruh serikat untuk duduk dari pengusaha duduk di Depeko. Di sana semua akan dibahas,” beber Agus Sutanto.

Baca juga: Promotif dan Preventif, BPJAMSOSTEK Tarakan Bagikan Bahan Pangan Bergizi dan Imunitas

Adapun sempat disampaikan serikat pekerja keinginan untuk menaikkan UMK minimal di angka 15 persen. Salah satunya dari Ketua DPC FSP Kahutindo Kota Tarakan yang mengharapkan ada kenaikan upah minimal 15 persen mengingat dampak kenaikan BBM sangat mempengaruhi pengeluaran buruh pekerja.

Menanggapi ini dikatakan Agus Sutanto, nanti semua usulan-usulan itu bisa disampaikan dan dibahas dalam pertemuan tripartite. Adapun keputusan apakah bisa disepakati usulan itu, semua bergantung pada pertemuan itu nantinya.

“Karena kita tidak bisa memutuskan sepihak. Saya belum bisa bicara mungkin atau tidak. Itu kesepakatan tiga pihak khususnya pengusaha, serikat buruh, dan dari diputuskan dan di SK-kan melalui pemerintah,” jelas Agus Sutanto.

Lebih lanjut dijelaskan Agus Sutanto, adapun perhitungan dan rumus yang digunakan dalam menetapkan UMK menggunakan aturan seperti di 2021 kemarin untuk penentuan upah di 2022.

Baca juga: Berangkat Siang ini, Berikut Jadwal dan Tarif Feri Rute Tana Tidung-Tarakan Rabu 21 September 2022

Namun ia memprediksi bisa jadi kemungkinan akan ada kenaikan jika melihat kondisi saat ini.

“Kalau melihat kondisi sekarang ini kemungkinan bisa naik. Kan untuk menentukan ada beberapa komponen, salah satunya kebutuhan biaya hidup, inflasi, dan sebagainya dan melihat indikator itu, ya kemungkinan bisa naik,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved