Berita Malinau Terkini

Petani Malinau Dapat Dua Ton Benih Padi Super Genjah, Program Penguatan Pangan Kementan RI

Kementan RI rencananya akan mengalokasikan lebih 2 ton benih padi varietas super genjah untuk Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur (BPTP Kaltim), Zainal Arifin saat menjadi pembicara Bimbingan Teknis Peningkatan Daya Saing Komoditas Pangan untuk petani dan penyuluh di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (21/9/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Petani padi di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara akan menerima lebih 2 ton benih padi varietas umur super genjah.

Dirjen Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan RI) rencananya akan mengalokasikan lebih 2 ton benih padi varietas super genjah untuk Kabupaten Malinau.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur (BPTP Kaltim), Zainal Arifin menerangkan varietas padi tersebut dilirik karena umur panen yang tergolong sangat singkat dari varietas lainnya.

Baca juga: Promotif dan Preventif, BPJAMSOSTEK Tarakan Bagikan Bahan Pangan Bergizi dan Imunitas

Benih padi varietas umur super genjah tersebut diperkenalkan kepada Petani dan Penyuluh di Malinau pada kegiatan Bimbingan Teknis BPTP Kaltim di Malinau

"Kami sudah diskusikan dengan Dinas Pertanian Malinau, ada program dari Dirjen Ketahanan Pangan pengadaan benih padi super genjah. Untuk Malinau dialokasikan 2 ton 650 kilogram," ujarnya saat ditemui TribunKaltara.com di Malinau, Rabu (21/9/2022).

Baca juga: Tingkatkan Ketahanan Pangan, Kodim 0914 KTT Akan Berdayakan Masyarakat, Tanam Cabai Hingga Terong

Disebut sebagai varietas umur super genjah, karena varietas padi tersebut dapat dipanen setelah berusia sekira 3 bulan setelah penanaman.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala BPTP Papua Barat tersebut menerangkan varietas tersebut masa panennya sangat cepat jika dibandingkan dengan varietas padi lainnya.

Bimbingan Teknis peningkatan daya saing komoditas pangan di Kabupaten Malinau oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur atau BPTP Kaltim di Aula Hotel MC Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (21/9/2022).
Bimbingan Teknis peningkatan daya saing komoditas pangan di Kabupaten Malinau oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur atau BPTP Kaltim di Aula Hotel MC Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (21/9/2022). (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

Jika dihitung di luar masa persemaian, padi super genjah tersebut memerlukan waktu hanya 84 hari setelah semai (HSS) di lahan sawah sebelum memasuki masa panen.

"Varitas ini 3 bulan di pertanaman atau di lahan sawah, di luar masa persemaian. Kemarin kita uji coba, total umur panen 104 hari termasuk masa persemaian. Jika dikurang waktu persemaian kira-kira 15 hari. Jadi umur padi ini setelah persemaian dan ditanam di sawah sekira 84 hari sudah bisa panen," katanya.

Baca juga: Status Zona Hijau, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara Belum Kebagian Vaksin PMK

Ditanya kapan Petani padi di Malinau dapat memperoleh benih padi tersebut, Zainal Abidin menerangkan sedang dalam tahap penyelesaian administrasi untuk dikirimkan ke Kabupaten Malinau.

 

 

 

 

 

 

 

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved