Berita Nunukan Terkini

Presiden Jokowi Tegaskan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Ini Tanggapan Bupati Nunukan Asmin Laura

Presiden Jokowi tegaskan penggunaan produk dalam negeri, ini tanggapan Bupati Nunukan Asmin Laura, singgung pengendalian inflasi daerah.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / FEBRIANUS FELIS
Cabai jadi penyumbang inflasi terbesar di Kabupaten Nunukan. Lokasi pasar di Inhutani Nunukan, belum lama ini. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Bupati Nunukan Asmin Laura memberikan tanggapan terkait penegasan Presiden Jokowi soal penggunaan produk dalam negeri.

Hal itu Asmin Laura sampaikan seusai mengikuti pertemuan Presiden RI dengan pimpinan kementerian/ lembaga, kepala daerah di ruangan Cendrawasih Jakarta Convention Centre (JCC), Kamis (29/09/2022).

Menurutnya pertemuan kemarin yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi hanya bersifat penegasan kembali dalam rangka pengendalian inflasi daerah.

"Ada beberapa arahan yang sebenarnya sudah kami tindaklanjuti di daerah sesuai instruksi melalui surat Mendagri terkait pengendalian inflasi pasca kenaikan BBM ( Bahan Bakar Minyak)," kata Asmin Laura kepada TribunKaltara.com, Jumat (30/09/2022), pukul 11.00 Wita.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Kembali Muncul di Nunukan, Jubir Satgas Minta Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

Laura beberkan penegasan Presiden Jokowi kepada kepala daerah saat pertemuan di JCC kemarin yakni memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan produk dalam negeri.

"Bapak Presiden menegaskan agar kepala daerah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri. Kami juga diminta mengarahkan masyarakat agar ketika ingin berlibur sebaiknya di Indonesia saja," tambahnya.

Bupati Nunukan dua periode itu mengatakan penggunaan produk dalam negeri di daerahnya sedikit mengalami hambatan.

Lantaran dari segi harga barang Malaysia yang beredar di Kabupaten Nunukan jauh lebih murah dibanding barang dalam negeri.

"Ini memang konsekuensi daerah di perbatasan. Tapi kami di pemerintah daerah tetap mengedukasi masyarakat agar mereka cinta dengan produk dalam negeri. Beberapa komoditi yang dikonsumsi sudah mulai beralih. Tapi ada beberapa komoditi dalam negeri yang mahal jadi masih produk dari Malaysia," ucap Laura.

Sejak BBM mengalami kenaikan, barang kebutuhan pokok di Kabupaten Nunukan kata Laura masih relatif stabil.

Baca juga: KPU Nunukan Tetapkan Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2022, 123.541 Pemilih Tersebar di 548 TPS

"Memang ada beberapa komoditi yang harganya justru turun. Kondisi wilayah di Kabupaten Nunukan sangat kompleks. Ada empat bagian wilayah dengan karakteristik yang berbeda-beda," ujarnya.

Lanjut Laura,"Kami tetap memantau agar bantuan pemerintah kepada masyarakat bisa tepat sasaran. Kami kontrol harga barang di pasaran agar tidak melonjak signifikan pasca kenaikan BBM," tuturnya.

Informasi yang dihimpun, pemerintah akan kembali melaksanakan pertemuan lanjutan dalam rangka pengendalian inflasi daerah di Bali pada 6-7 Oktober mendatang.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved